JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Perkumpulan Jaga Pemilu telah mengeluarkan ajakan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang direncanakan berlangsung serentak pada tanggal 27 November 2024. Acara ini akan melibatkan 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 98 kota di seluruh Indonesia. Jaga Pemilu menyusun sistem pelaporan yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemantauan pelaksanaan Pilkada tersebut. Ketua Perkumpulan Jaga Pemilu, Natalia Soebagjo, menjelaskan bahwa masyarakat dapat melaporkan informasi melalui nomor WhatsApp yang disediakan, yaitu 0852-8282-5268. Model pelaporan dalam Pilkada ini akan berbeda dibandingkan dengan Pemilihan Umum yang berlangsung sebelumnya. Pada saat itu, laporan-laporan dari warga diterima secara langsung maupun melalui media sosial melalui platform web. Natalia menambahkan bahwa salah satu isu penting yang teridentifikasi adalah penggunaan sumber daya publik oleh politikus dalam kontestasi pemilu. Natalia Soebagjo mengungkapkan bahwa pada konteks Pilkada, penggunaan sumber daya publik masih menjadi modus pelanggaran yang sering terjadi. Dengan semakin luasnya wilayah yang terlibat dalam Pilkada, pengawasan akan menjadi sangat penting untuk mencegah kecurangan. Oleh karena itu, masyarakat sipil diharapkan dapat terlibat dalam memantau serta mendokumentasikan potensi pelanggaran yang mungkin muncul. Menurut Natalia, Pilkada sama pentingnya dengan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Anggota Legislatif. Kebijakan yang diambil oleh kepala daerah dan tindakan mereka berpengaruh langsung pada kehidupan sehari-hari rakyat. Koordinator Legal dan Advokasi Jaga Pemilu, Rusdi Marpaung, menambahkan bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia telah mengingatkan tentang kerawanan yang dapat muncul dalam pelaksanaan Pilkada. Kerawanan ini dapat terjadi dalam berbagai konteks, mulai dari situasi sosial politik, proses pencalonan, kampanye, hingga penghitungan suara. Rusdi juga mencatat bahwa tingkat kerawanan dan potensi kecurangan dapat bervariasi di setiap daerah, terpengaruh oleh berbagai faktor seperti operator politik, dukungan logistik, serta karakter masyarakat setempat. Ia mencatat bahwa hasil dari pemilihan umum sebelumnya pada bulan Februari perlu menjadi pelajaran agar kesalahan yang sama tidak terulang. Kepemimpinan yang baik, menurut Rusdi, hanya dapat muncul dari pemilihan yang adil, bebas dari intervensi, dan transparan. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan untuk turut serta dalam menjaga integritas pemilu. Temuan dari pengawasan yang berbasis partisipasi warga akan dilaporkan secara berkala oleh Jaga Pemilu dan mitra-mitranya melalui situs web jagapemilu.com. Setelah laporan tersebut diverifikasi, mereka juga akan menyampaikannya kepada Bawaslu daerah masing-masing untuk ditindaklanjuti. ANTARA