GORONTALO –
**Borneonews - Pohuwato**, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato yang berada di bawah naungan UPT Kanwil Kemenkumham Gorontalo, mengungkapkan bahwa pabrik *cocofiber* dan *cocopeat* yang dikelola di dalam lembaga tersebut siap untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan perusahaan swasta. Kepala Lapas Pohuwato, Tristiantoro Adi Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan pabrik tersebut. Saat ini, fokus utama mereka adalah untuk menentukan kekurangan fasilitas yang diperlukan agar operasional pabrik dapat dilanjutkan. Pada tahun 2018, Lapas Pohuwato berhasil melakukan ekspor perdana sabut kelapa (*coco fiber*) ke Wuhan, Tiongkok melalui Pelabuhan Gorontalo. Tristiantoro menekankan pentingnya kerjasama ini untuk memastikan keberlangsungan program yang telah ada, sehingga dapat berjalan dengan baik dan optimal. Sulardi, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Gorontalo, menyampaikan harapan yang tinggi agar pabrik *cocopeat* dan *cocofiber* yang sebelumnya beroperasi di Lapas dapat berfungsi kembali. Menurutnya, pabrik tersebut memiliki potensi yang sangat besar untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan serta membuka peluang ekonomi bagi mereka. Ia juga berharap bahwa rencana untuk mengaktifkan kembali pabrik itu akan diiringi dengan peningkatan produktivitas di sektor pembinaan kerja bagi warga binaan. “Kami mendukung Lapas Pohuwato untuk terus maju dan menjadi salah satu lembaga pemasyarakatan yang produktif dan inovatif dalam bidang pengembangan keterampilan warganya,” katanya. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan pabrik yang sudah ada dapat terwujud kembali sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas. ANTARA