BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, menegaskan bahwa seluruh tenaga pendidik di bawah naungan pemerintah kota harus bersikap netral dan tidak berpihak kepada pasangan calon manapun pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada tahun 2024. Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu, A. Gunawan, menyatakan, “Kami memastikan tidak ada tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu yang terlibat dalam politik praktis.” Pernyataan ini menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga integritas dan profesionalisme tenaga pendidik. Lebih lanjut, A. Gunawan menyebutkan bahwa tidak ada tenaga pendidik yang terlibat dalam aktivitas politik, khususnya yang telah berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Hal ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa pendidikan tidak tercemar oleh kepentingan politik. Selain menjamin netralitas tenaga pendidik, Dinas Dikbud Kota Bengkulu juga menekankan bahwa tidak ada praktik pungutan liar yang dilakukan terhadap peserta didik di sekolah-sekolah. Menurut A. Gunawan, “Selain dari politik praktis, kami juga menekankan bahwa tidak ada kegiatan yang berkaitan dengan pungutan liar.” Apabila terdapat oknum yang mengaku sebagai ASN di lingkungan sekolah melakukan pungutan liar, pihak Disdikbud akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang ada. Penegasan ini menandakan keseriusan mereka dalam menjaga lingkungan pendidikan yang bersih dan profesional. Di sisi lain, Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Bengkulu, Muktarimin, memastikan bahwa tidak ada guru di sekolah menengah pertama di Kota Bengkulu yang terlibat dalam praktik pungutan liar, apalagi untuk kepentingan politik. “Sebagai Ketua Forum Guru SMP di Kota Bengkulu, saya memastikan bahwa netralitas guru di daerah ini terjaga, dan untuk pungutan liar, saya yakin itu tidak ada,” ungkap Muktarimin. Dengan langkah-langkah tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu bertekad untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari pengaruh politik dan praktik yang merugikan. Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di wilayah Bengkulu. ANTARA