MEDAN –
**Borneonews - Medan**, PT Pos Indonesia Kantor Cabang Utama Medan telah berhasil menyalurkan bantuan pangan kepada 10.232 penerima dalam rangka program Keluarga Rentan Stunting (KRS) tahap kedua di wilayah Sumatera Utara. Dengan target awal sebanyak 18.843 penerima, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah stunting. Antonius Chrisna Sutantyo, selaku Executive General Manager PT Pos Indonesia Cabang Utama Medan, menyatakan bahwa sisa penerima yang belum mendapatkan bantuan pangan, yang terdiri dari 10 telur dan satu kilogram ayam, direncanakan akan disalurkan dalam waktu dua hari ke depan. Proses distribusi ini fokus pada wilayah Kota Medan. Antonius juga menjelaskan bahwa terdapat berbagai alasan mengapa beberapa penerima belum menerima bantuan tersebut. Di antara alasan tersebut adalah adanya penerima yang meninggal dunia, mereka yang telah pindah ke lokasi berbeda, serta penerima yang belum mengambil bantuan yang disediakan. Oleh karena itu, Pos Medan telah melakukan koordinasi secara intensif dengan kepala lingkungan dan pihak-pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah agar bantuan pangan tersebut dapat segera sampai ke tangan penerima yang berhak. Pada tahap pertama program ini, PT Pos Indonesia sebelumnya telah menyalurkan bantuan kepada 18.642 penerima. Dengan target yang sama, masih terdapat 201 penerima yang belum terlayani, sehingga mencapai persentase penyelesaian sebesar 98,93 persen. Secara simbolis, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, telah menyerahkan bantuan pangan kepada 11.820 Keluarga Rentan Stunting di kawasan Kota Medan. Dalam kesempatan itu, Bobby menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mengurangi prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas pertumbuhan generasi mendatang. Bobby juga mendorong agar bantuan yang diperoleh dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan protein anak-anak balita di daerah tersebut. Data terkini dari Dinas Kesehatan Kota Medan menunjukkan tren positif dalam penurunan prevalensi stunting di Kota Medan. Angka prevalensi stunting yang tercatat pada tahun 2021 mencapai 19,9 persen, kemudian turun menjadi 15,4 persen pada tahun 2022, dan semakin menurun menjadi 5,8 persen pada tahun 2023. Saat ini, hanya tersisa 208 balita yang masih tergolong mengalami stunting di kota ini. ANTARA