MANOKWARI –
**Borneonews - Manokwari**, Pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2024 yang dialokasikan di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya tercatat mencapai angka Rp1,77 triliun. Jumlah ini setara dengan 49,92 persen dari total target yang telah ditetapkan. Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Papua Barat, Purwadhi Adhiputranto, menjelaskan di Manokwari pada Senin bahwa sumber penghasilan APBN ini berasal dari dua kategori utama; penerimaan perpajakan dengan nilai sebesar Rp1,48 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mencapai Rp283,59 miliar. Dalam penjelasannya lebih lanjut, Purwadhi mengungkapkan bahwa pendapatan APBN dari periode Januari hingga Agustus 2024 menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,66 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023. Hal ini menandakan adanya perkembangan positif dalam penerimaan keuangan negara di wilayah tersebut. Mengenai komponen pajak dalam negeri, Purwadhi merinci bahwa Pajak Penghasilan tidak termasuk sektor Minyak dan Gas (PPh non-Migas) memberikan kontribusi sebesar Rp753,78 miliar. Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menyumbang sebesar Rp660,05 miliar. Di sisi lain, penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tercatat Rp38,54 miliar, realisasi cukai mencapai Rp0,29 miliar, dan terdapat pula penerimaan pajak lainnya yang menyumbang Rp16,89 miliar. "Pajak perdagangan internasional juga berkontribusi terhadap total pendapatan APBN, dengan komponen bea masuk berada diangka Rp17,33 miliar," ujar Purwadhi menambahkan informasi penting tersebut. Adapun mengenai PNBP untuk tahun 2024, komponen yang berkontribusi signifikan terdiri dari pendapatan badan layanan umum sebesar Rp52,38 miliar, serta realisasi PNBP lainnya yang mencapai Rp231,21 miliar. Purwadhi menunjukkan bahwa realisasi PNBP mencapai 94 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp301,70 miliar dan mengalami pertumbuhan yang cukup memuaskan, yaitu 17,36 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara rinci, pendapatan APBN untuk wilayah Papua Barat sendiri tercatat sebesar Rp848,36 miliar, sedangkan untuk Papua Barat Daya mencapai Rp916,31 miliar. Dari segi sektor, ada lima sektor utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan APBN di kedua provinsi tersebut. Sektor-sektor tersebut antara lain adalah administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib, pertambangan dan penggalian, perdagangan dan reparasi, industri pengolahan, serta sektor jasa keuangan dan asuransi. Purwadhi menyatakan, "Kelima sektor ini adalah roda penggerak utama dalam kinerja penerimaan APBN 2024 di Papua Barat dan Papua Barat Daya." ANTARA