MEDAN –
**Borneonews - Deli Serdang**, Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut yang diselenggarakan pada 12 hingga 20 September 2024, diperkirakan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap sektor pariwisata di Deli Serdang, Sumatera Utara. Kepala Dinas Budaya, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Deli Serdang, Ismail, mengungkapkan bahwa kehadiran para peserta PON memicu kunjungan mereka ke berbagai objek wisata yang ada di daerah tersebut. "Dapat dikatakan pengaruhnya sangat positif. Banyak peserta PON yang tertarik untuk menikmati keindahan tempat wisata di Deli Serdang," ujarnya saat konfrensi pers di Lubuk Pakam. Selain meningkatkan sektor pariwisata, acara PON juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Deli Serdang. Berbagai produk lokal seperti makanan, minuman, dan kerajinan tangan mulai mendapat perhatian lebih di kalangan para pengunjung. Ismail mengemukakan bahwa banyak wisatawan yang mengunjungi kawasan pegunungan, seperti Sibolangit, serta tempat-tempat pemandian alam lainnya, yang menjadi bagian dari daya tarik wisata unggulan di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, Ismail juga menekankan harapan agar pemerintah pusat maupun provinsi melaksanakan lebih banyak kegiatan berskala nasional maupun internasional di masa mendatang. Kegiatan seperti ini akan sangat mendukung upaya meningkatkan pendapatan daerah, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Kerjasama dari berbagai pihak sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, baik melalui sektor pariwisata maupun UMKM. Kami juga sudah memiliki beberapa fasilitas olahraga yang memenuhi standar nasional dan internasional," tambahnya. Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Pemprov Sumatera Utara, Naslindo Sirait, menginformasikan bahwa omzet yang diperoleh UMKM selama PON XXI Aceh-Sumut 2024 mencapai Rp3 miliar. "Capaian omzet UMKM pada ajang nasional ini sudah memenuhi target yang ditetapkan," jelas Naslindo. Dia menyebutkan bahwa kontribusi terbesar terhadap pemasukan selama berlangsungnya PON berasal dari sektor kuliner, diikuti oleh penjualan pakaian dan cinderamata. Jumlah pendapatan yang diraih oleh sekitar 500 UMKM ini mencakup berbagai acara seperti festival, bazar, serta kegiatan lain yang berlangsung di beberapa daerah seperti Kota Siantar, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai. "Secara keseluruhan, adanya PON ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi penjualan. Semua proses berlangsung dengan lancar dan baik," pungkasnya. ANTARA