BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pameran pembangunan dinilai sebagai sarana untuk mengimplementasikan program ekonomi berbasis kerakyatan. Selain itu, kegiatan tersebut juga disebut sebagai 'timing' yang tepat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk sama-sama menggali potensi ekonomi maupun sumberdaya secara bersama.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Lamandau Sugiyarto saat membuka kegiatan Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat 2016, di halaman Kantor Camat Bulik yang dijadikan salah satu arena Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat, Sabtu (13/8/2016) sore.
Sugiyarto juga menyebutkan, ada beberapa komponen lain yang juga penting dalam mengimplementasikan program ekonomi berbasis kerakyatan tersebut. Antara lain, membangun dan memperkokoh pondasi ekonomi berbasis agro industri baik di bidang pertanian, perkebunan, peternakan ataupun perikanan.
"Termasuk, melakukan pembinaan terhadap koperasi dan juga wirausaha. Misalnya dengan cara jemput bola dalam mencarikan terobosan untuk membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi, baik dalam permodalan, peralatan produksi, pemasaran dan lain sebagainya," katanya.
Selain itu, stabilnya harga keekonomian juga dinilai akan sangat menetukan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga dalam hal ini dinas terkait juga diminta dapat terus mencanangkan program dan kegiatan aktual yang secara nyata benar-benar berdampak pada pengendalian tingkat inflasi dan ksetabilan harga.
Sementara itu, berkaitan dengan digelarnya Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat yang juga merupakan rangkaian kegiatan HUT Lamandau ke-14 dan HUT RI ke-71 kali ini, Wabup berharap agar semua pihak memanfaatkannya dengan baik. Terlebih, pameran pembangunan dan pasar rakyat tersebut ditujukan sebagai salahsatu sarana penyebaran informasi tentang kinerja pemerintah kabupaten (Pemkab) Lamandau selama 14 tahun berdiri, yang juga diharapkan dapat mengundang datangnya investor ke Bumi Bahaum Bakuba Lamandau.
D itempat yang sama, koordinator Pameran Pembangunan tahun 2016, Andi Hutu, mengatakan, Pameran Pembangunan yang mengambil tema "Menuju kab Lamandau yang Mapan dan Berdaya Saing Tinggi" tersebut, diharapkan dapat menjadi saran promosi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Lamandau. Apalagi, kata dia, dengan dikombinasikannya Pameran Pembangunan dengan gelaran Pasar Rakyat, secara otomatis gelaran ini menjadi titik dan arena bertemunya penjual dan pembeli yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Diketahui, dalam gelaran Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat kali ini, peserta yang ikut andil dan mengisi lapak dan stand-stand terlihat mengalami penambahan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Belum lagi keikutsertaan dari UMKM dan Pengusaha Home Industri yang juga terlihat memadati arena Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat yang berpusat di Jalan Jagau Mamud, Nanga Bulik tersebut.
"Jika dibanding tahun sebelumnya, peserta kali ini memang cukup banyak. Diataranya, 28 stand dari SKPD, 8 stand kecamatan, 2 stand dari bank, 1 stand PKK dan PAUD, 20 stand dari UMKM/Home industri, 3 stand otomotif, 2 stand komunitas, serta 25 stand dan lapak dari pengrajin serta pedangang lokal," bebernya.
Diketahui pula, Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat Pemkab Lamandau tahun 2016 ini, akan berlangsung sejak 13-18 Agustus 2016. Pihak panitia juga telah menyiapkan aneka hiburan rakyat dan talkshow selama gelaran berlangsung. (HENDI NURFALAH/m)








