**Borneonews - Batang**, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa kehadiran PT Samator di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) akan memenuhi kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh rumah sakit di wilayah tersebut.
Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyatakan bahwa perusahaan ini memainkan peranan penting dalam mendukung industri, lebih dari sekadar penyedia gas. PT Samator juga akan berkontribusi dalam bidang medis, khususnya dalam memasok oksigen bagi fasilitas pelayanan kesehatan.
Nana menjelaskan keyakinannya bahwa semakin bertambahnya perusahaan di KITB akan membuat PT Samator semakin krusial. Selain berkontribusi pada sektor kesehatan, perusahaan ini juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri manufaktur lainnya di sekitar Batang.
Harapan tersebut mencakup optimalisasi produksi PT Samator untuk memperkuat pasokan gas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pastinya, pengalaman pahit yang pernah dialami ketika terjadi lonjakan kebutuhan oksigen akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020 akan menjadi pelajaran berharga. Saat itu, jaminan pasokan oksigen di Jawa Tengah dan DIY sangat bergantung pada produksi dari pabrik di Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Dengan kondisi krisis tersebut, koordinasi antara pemerintah provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur serta pihak-pihak di luar Jawa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit.
Dalam kesempatan peresmian PT Samator, Nana Sudjana juga mengatakan bahwa sejalan dengan kebijakan industri di Jawa Tengah, kehadiran perusahaan ini diharapkan dapat berperan dalam menekan angka kemiskinan di daerah tersebut. Angka kemiskinan di Jawa Tengah memang masih relatif tinggi, mencapai 10,77 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Namun, dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, angka kemiskinan ini menunjukkan penurunan, yang sekarang sekitar 10,30 persen.
Tingkat pengangguran terbuka juga menunjukkan tren penurunan. Data menunjukkan bahwa pada tahun sebelumnya, angka pengangguran terbuka mencapai 5,49 persen, sementara pada tahun ini turun menjadi 4,39 persen. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan, dengan penurunan mencapai 1,2 persen dalam tingkat pengangguran di Jawa Tengah.
Dengan adanya masuknya investor, baik asing maupun nasional, ke kawasan industri ini, diharapkan mampu memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi. Gubernur juga menyatakan bahwa kehadiran pabrik ini sangat penting karena merupakan pabrik kedua setelah yang pertama dibangun di Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Direktur Utama PT Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, menyoroti signifikansi pabrik ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa pemilihan kawasan industri terpadu di Batang merupakan langkah strategis yang diambil pemerintah untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan nilai investasi sebesar Rp500 miliar, pabrik ini diharapkan dapat memastikan pasokan gas yang stabil dan berkelanjutan untuk berbagai sektor industri di wilayah setempat. PT Samator juga memiliki kapasitas produksi terbesar, dengan menggunakan teknologi *air separation units 7000*, yang mampu memproduksi 7 ribu ton *liquid oxygen* (LOX), 7 ribu ton *liquid nitrogen*, dan 280 ton *liquid argon* setiap harinya.
Teknologi yang diterapkan di pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan oksigen dan gas industri di KITB serta turut mendukung pertumbuhan sektor manufaktur dan industri lainnya di Jawa Tengah.
ANTARA
Keberadaan PT Samator di Batang, Penuhi Kebutuhan Oksigen dan Dorong Ekonomi
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







