**Borneonews - Tanjungpinang**, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), telah mengambil langkah signifikan untuk memperlancar proses ekspor ayam hidup atau *live bird* ke Singapura.
Kepala DKPP Bintan, Sri Heny Utami, menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan dalam proses ekspor ini mencakup beberapa aspek. Antara lain, pengeluaran rekomendasi Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS) serta penerbitan surat keterangan kesehatan hewan yang dikeluarkan oleh dokter hewan berwenang. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan yang diekspor dalam kondisi sehat dan memenuhi semua regulasi yang ditetapkan.
Sri Heny Utami menegaskan bahwa fasilitasi ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pelayanan dan kemudahan investasi, terutama di wilayah Bintan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait, termasuk Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepri, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DP2KH) Provinsi Kepri. Peran mereka sangat penting dalam mendukung proses ekspor ayam hidup dari Bintan ke Singapura.
Di sisi lain, Iwan Berri Prima, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di DKPP Bintan, menyatakan harapannya agar ekspor ayam hidup ini dapat menjadi inspirasi bagi peternakan lainnya. Dalam kegiatan ekspor kali ini, PT Indojaya Agrinusa, yang merupakan bagian dari Japfa Group, berhasil mengekspor sejumlah 8.424 ekor ayam hidup. Pengiriman dilakukan menggunakan dua unit kontainer melalui jalur laut.
Eksportasi tersebut dilakukan dari Pelabuhan Batu 6 Sri Payung, Tanjungpinang. Iwan Berri Prima, yang juga menjabat sebagai Pejabat Otoritas Veteriner Kabupaten Bintan, mengonfirmasi bahwa ekspor ini tidak akan mempengaruhi pasokan ayam di pasar lokal Tanjungpinang dan Bintan. Pasokan ayam untuk pasar lokal tetap berasal dari peternak lokal.
Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan Japfa Group sendiri tidak diarahkan untuk mencari pasar lokal di Bintan. Tujuan utama mereka adalah untuk ekspor dan memenuhi kebutuhan ayam di Batam. Dengan demikian, investasi di sektor peternakan dapat berkembang tanpa mengancam eksistensi peternak lokal.
Dengan rincian tersebut, DKPP Bintan berharap bahwa kegiatan ekspor ini tidak hanya dapat memperkuat hubungan perdagangan dengan Singapura, tetapi juga menghindarkan dampak negatif terhadap ekonomi domestik di kawasan tersebut.
ANTARA
DKPP Bintan Fasilitasi Ekspor Ayam Hidup ke Singapura
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Komentar (0)
Memuat komentar…







