JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, menyatakan keyakinannya bahwa kinerja industri asuransi umum di tanah air akan tetap stabil meskipun sedang menghadapi transisi menuju pemerintahan baru yang dijadwalkan akan berlangsung pada akhir tahun ini. Pada tanggal 20 Oktober 2024, Indonesia akan melakukan proses peralihan kekuasaan dari pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Budi percaya bahwa meskipun terdapat tantangan yang dihadapi, optimisme tetap ada dalam melihat arah pemerintahan yang baru. Dalam konferensi pers AAUI yang diselenggarakan di Jakarta, Budi menekankan pentingnya mempertahankan sikap positif. "Kami di asuransi umum khususnya, masih tetap optimis melihat pemerintahan baru ini. Walaupun kalau dianggap berat ya berat," ungkapnya. Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang, juga menambahkan bahwa meski terdapat transisi, sektor infrastruktur diperkirakan akan tetap mengalami pertumbuhan. Hal ini akan memberikan dampak positif pada segmen-segmen asuransi yang terkait langsung dengan sektor tersebut. Trinita mengungkapkan bahwa sektor-sektor lain yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat juga diharapkan akan tumbuh. "Walaupun PMI (Indeks Manufaktur) kita kelihatan sekarang masih belum melonjak cukup baik, tapi *manufacturing index* kita akan naik dan juga sektor konsumsi," ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ada sektor-sektor penunjang lainnya yang diharapkan dapat tumbuh selama masa transisi pemerintahan. Sektor pergudangan, logistik, serta berbagai jenis jasa, termasuk pariwisata, merupakan contoh sektor yang kemungkinan akan berkembang, memberikan kontribusi signifikan terhadap industri asuransi. Trinita optimis bahwa pertumbuhan sektor-sektor ini akan meningkatkan daya serap dari industri asuransi dan reasuransi nasional. Harapannya, hal ini akan berujung pada peningkatan kepadatan industri asuransi di masa mendatang. Pada semester pertama tahun 2024, AAUI mencatat bahwa premi dari industri asuransi umum nasional mengalami pertumbuhan sebesar 18,4 persen secara *year on year (yoy)*, menjadi Rp57,9 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan Rp42,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, kewajiban pembayaran klaim juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, mencatat kenaikan sebesar 12,1 persen (yoy) menjadi Rp22,5 triliun pada semester pertama 2024. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan Rp20,1 triliun yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya. ANTARA