JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, mengungkapkan komitmennya untuk mengadakan bursa kerja atau *job fair* secara rutin, yaitu setiap tiga bulan, di setiap kecamatan di Jakarta. Ini merupakan bagian dari upayanya untuk mengatasi permasalahan serius terkait lapangan pekerjaan di ibukota. Dalam penjelasannya di kawasan Cideng, Jakarta Pusat, dia menekankan pentingnya menciptakan peluang kerja. "Lapangan kerja ini menjadi persoalan serius, maka saya sudah menyampaikan untuk mengadakan *job fair* di setiap kecamatan setiap tiga bulan sekali," ungkap Pramono. Bersama pasangannya Rano Karno, Pramono bertekad untuk memenangkan pemilihan kepala daerah Jakarta pada 2024 dengan mengusung ketersediaan pekerjaan sebagai salah satu program utama. Ia menambahkan bahwa pembentukan balai pelatihan kerja juga sangat krusial dalam mendukung kebijakan peningkatan lapangan kerja yang akan dilaksanakan. "Kecamatan harus punya balai latihan kerja supaya orang ada kepastian untuk belajar bekerja dan kemudian ada penyalurannya," jelasnya. Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan masyarakat dapat mendapatkan pelatihan yang memadai sebelum memasuki dunia kerja. Lebih jauh, Pramono berjanji untuk memberikan akses gratis bagi sejumlah kelompok masyarakat dalam penggunaan transportasi umum di Jakarta. Kelompok-kelompok tersebut mencakup lanjut usia (lansia), aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/Polri, marbot, guru ngaji, serta pegawai swasta. "Dampak positifnya, pengeluaran di masing-masing keluarga akan turun, dan kemacetan di jalan juga pasti berkurang. Dengan adanya kemudahan akses transportasi, masyarakat bisa menggunakan LRT, MRT, atau busway dengan lebih nyaman," tambah Pramono. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang mendukung mobilitas masyarakat. Pramono juga meminta dukungan dari warga setempat untuk mewujudkan janji-janji yang telah ia sampaikan. "Mudah-mudahan saya bisa bermanfaat untuk masyarakat yang memang membutuhkan di Jakarta," ucapnya berharap. Sebelumnya, Pramono menegaskan kesiapannya untuk memperjuangkan layanan transportasi umum gratis bagi 15 kelompok pekerja. Di antara kelompok tersebut adalah Pegawai Negeri Sipil Pemprov DKI Jakarta beserta pensiunannya, tenaga kontrak di lingkungan Pemprov DKI, pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), serta karyawan swasta yang gajinya sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang dapat dilakukan melalui Bank DKI. Sementara itu, kelompok lain yang juga berhak mendapatkan fasilitas tersebut mencakup Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, lanjut usia di atas 60 tahun, penyandang disabilitas, anggota Veteran Republik Indonesia, dan penerima Raskin yang adalah pemilik Kartu Keluarga Sejahtera. Selain itu, penduduk dengan KTP Kepulauan Seribu, pengurus masjid, serta pendidik dan pengajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga akan memperoleh fasilitas ini. Dengan berbagai program tersebut, Pramono berupaya menyediakan dukungan bagi masyarakat Jakarta dalam akses transportasi dan kesempatan kerja yang lebih baik. ANTARA