JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) berhasil memperoleh penghargaan prestisius sebagai yang terbaik dalam Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2024. Penghargaan ini diserahkan oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada sebuah acara yang berlangsung di Jakarta, pada hari Senin. Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Karo Humas) Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan oleh Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, kepada Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemenhan RI, Donny Ermawan Taufanto, yang hadir untuk mewakili Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Edwin menyatakan bahwa Anugerah Layanan Investasi adalah program rutin yang diselenggarakan oleh Kementerian Investasi/BKPM. Penghargaan ini mencakup penilaian terhadap berbagai kementerian, lembaga pemerintah, serta tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Terdapat juga kategori khusus untuk wilayah yang berada di kawasan timur Indonesia. Dalam sebuah siaran resmi dari Kemenhan RI, Menteri Investasi Rosan Roeslani menjelaskan bahwa dasar pemberian penghargaan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2020. Sejak pelaksanaannya dimulai pada tahun 2021, penghargaan ini diyakini dapat secara signifikan meningkatkan layanan investasi di Indonesia. Rosan mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya yang mendalam kepada semua kementerian, lembaga, serta kepala daerah di berbagai level, mulai dari provinsi hingga kabupaten dan kota. Kerja sama serta sinergi yang terjalin ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan, memperbaiki iklim industri dan investasi, serta meningkatkan daya saing nasional. Pada acara penyerahan penghargaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berhasil meraih posisi kedua, sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berada di posisi ketiga. Di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kemenhan selama periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo telah aktif melakukan investasi di berbagai sektor industri pertahanan dalam negeri. Fokus utama dari kebijakan ini adalah pada modernisasi serta pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Beberapa proyek investasi yang telah dilaksanakan mencakup modernisasi 41 kapal perang Republik Indonesia (KRI) oleh galangan kapal nasional yang dipimpin oleh PT PAL Indonesia. Selain itu, ada juga pengadaan medium tank Harimau yang dilakukan oleh PT Pindad bekerja sama dengan FNSS dari Turki, serta modernisasi pesawat yang dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia. Dalam sektor teknologi, Kemenhan juga mengadakan radar dan motor *trail* listrik yang diproduksi oleh PT Len Industri. ANTARA