MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mengerahkan sekitar 120 personel untuk melakukan patroli malam di Kota Medan. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk mengantisipasi tindakan geng motor yang marak belakangan ini. Kepala Bidang Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, menyatakan bahwa personel yang terlibat dalam operasi ini berasal dari gabungan Satuan Brimob, Direktorat Sabhara, serta Polrestabes Medan. Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah personel dalam kegiatan patroli malam ini bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya begal serta berbagai bentuk kejahatan lainnya di area tersebut. Patroli malam ini akan berlangsung di beberapa ruas jalan yang dianggap rawan terjadi tindak kejahatan, seperti Jalan Turi, Jalan Juanda, Jalan Air Bersih, dan Jalan Bahagia. Selain itu, patroli juga akan menyasar lokasi-lokasi seperti Jalan Matahari Raya, Jalan Klambir 5, Jalan Asrama, dan Jalan Ampera. Petugas juga direncanakan untuk melintasi kawasan lain, termasuk Jalan Karya, Jalan Pos, Jalan Tengku Amir Hamzah, dan Jalan Adam Malik. Hadi menegaskan bahwa tujuan dari patroli ini adalah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan adanya langkah ini, diharapkan tindakan kriminal di jalanan dapat ditekan secara signifikan. Pihak Polda Sumut berjanji tidak akan segan-segan untuk menindak tegas para pelaku geng motor, begal, dan segala bentuk kejahatan di wilayahnya. Tindakan tegas ini sudah mulai menunjukkan hasil. Beberapa waktu lalu, puluhan anggota geng motor telah ditangkap dan proses hukum telah dilakukan, termasuk mereka yang mencoba melawan petugas saat ditangkap. Sebelumnya, Tim Patroli Presisi Direktorat Samapta Polda Sumut berhasil menangkap 12 anggota geng motor di Kota Medan pada tanggal 7 September. Dalam penangkapan tersebut, tiga unit senjata tajam, satu botol minuman keras oplosan, dan empat sepeda motor juga disita. Menurut Hadi, hasil interogasi awal menunjukkan bahwa anggota geng motor yang ditangkap, termasuk yang masih di bawah umur, tergabung dalam kelompok-kelompok bernama WLP, SL, dan Matador. Kelompok ini diduga tengah merencanakan tawuran di wilayah tersebut. ANTARA