JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Sebanyak 2.000 pelajar dari berbagai sekolah di Jakarta berpartisipasi dalam kompetisi seni yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Gedung Aki Tirem, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara. Acara ini berlangsung dari tanggal 30 September hingga 3 Oktober 2024 dan bertujuan untuk melestarikan budaya nasional. Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Cucu Rita Sary, menjelaskan bahwa kompetisi ini melibatkan peserta dari sebanyak 136 sekolah. Terdapat delapan kategori yang diperlombakan dalam acara ini, meliputi menggambar dan seni tari untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), paduan suara dan seni tari untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), seni tari dan paduan suara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta vokal grup dan musik untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Cucu menjelaskan lebih lanjut bahwa para pemenang, yang mencakup juara pertama hingga juara harapan kedua, akan menerima trofi, piagam penghargaan, dan juga uang pembinaan. Lima peserta terbaik nantinya akan diberi kesempatan untuk mewakili Jakarta Utara dalam lomba sejenis di tingkat provinsi. "Pesan kami kepada semua peserta adalah untuk tampil secara maksimal dan terus berlatih demi meraih prestasi yang diinginkan," imbuhnya. Muhammad Andri, Asisten Kesejahteraan Sekretaris Kota Jakarta Utara, turut memberikan apresiasi kepada Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara atas rutin dilaksanakannya kegiatan ini, yang melibatkan pelajar dari TK hingga SMA. "Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan wadah bagi siswa di Jakarta Utara agar dapat mengekspresikan diri dan membangun kreativitas melalui pentas seni," tuturnya. Dia menambahkan bahwa acara ini juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi antara kelompok seni dan sekolah-sekolah. Andri mengajak orang tua berperan aktif dalam mendidik serta mengembangkan potensi anak-anak mereka sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. "Diharapkan kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar dan semua peserta dapat memberikan penampilan terbaik mereka," kata Cucu dengan penuh harapan. ANTARA