MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tengah melakukan upaya serius untuk membuka akses transportasi udara dari Mamuju menuju Surabaya, yang merupakan salah satu kota besar di Jawa Timur. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, menyatakan pentingnya menciptakan konektivitas antara Sulbar dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Saat ini, akses transportasi udara dari Sulbar hanya terhubung ke Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini menjadi salah satu alasan utama untuk memperluas cakupan rute penerbangan yang dapat meningkatkan potensi ekonomi lokal. Bahtiar menjelaskan bahwa dengan dibukanya rute penerbangan dari Mamuju ke Surabaya, maka aktivitas ekonomi masyarakat akan mengalami perkembangan yang signifikan. Ia optimis bahwa upaya ini pada akhirnya akan mendorong kemajuan dalam pembangunan ekonomi daerah. Sejalan dengan rencana tersebut, pemprov sedang melakukan pendekatan kepada pihak maskapai penerbangan untuk merencanakan rute perjalanan ke Bandara Tampapadang Mamuju. Salah satu langkah awal yang diambil adalah melakukan survei untuk mengkaji minat dan kebutuhan masyarakat Sulbar terhadap rencana pengembangan akses transportasi udara ini. Survei ini ditujukan kepada seluruh warga Sulbar untuk memahami seberapa besar minat mereka dalam menggunakan layanan penerbangan dari Mamuju menuju Kota Surabaya atau sebaliknya. Data yang diperoleh akan menjadi acuan dalam merencanakan rute penerbangan yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, Pemprov Sulbar juga memperluas upaya dengan membuka akses transportasi laut dari Mamuju ke Surabaya. Langkah ini diambil guna mempermudah distribusi barang, terutama bahan pangan dan kebutuhan pokok dari Sulawesi Barat. Pengembangan akses transportasi laut tersebut diidentifikasikan sebagai program prioritas pemerintah provinsi untuk memenuhi kebutuhan barang dari Surabaya tanpa perlu melewati Makassar. Hal ini diharapkan dapat mempercepat distribusi kebutuhan pokok dan barang dagangan ke masyarakat. Pemprov Sulbar berkomitmen untuk terus membangun sektor-sektor penting seperti perkebunan, pertanian, peternakan, serta perikanan dan kelautan. Strategi ini ditujukan untuk mengelola hasil bumi dan komoditas secara optimal, sehingga dapat dipasarkan ke Pulau Jawa, khususnya melalui Surabaya. Dengan langkah ini, diharapkan ekonomi daerah bisa semakin tumbuh. Di tahun ini, Pemprov Sulbar telah berhasil membuka rute penerbangan baru dari Mamuju ke Balikpapan, dengan frekuensi penerbangan dua kali dalam seminggu. Bahtiar menegaskan bahwa Sulbar merupakan penyangga pangan bagi Ibu Kota Negara (IKN), sehingga penting untuk mendukung akses transportasi guna melancarkan distribusi pangan dari Sulbar. Hal ini tidak hanya akan memenuhi kebutuhan IKN, tetapi juga menciptakan peluang pemasaran hasil bumi Sulbar, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah. ANTARA