MATARAM –
**Borneonews - Lombok**, Seorang pendaki asal Jakarta dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di jalur Pelawangan Sembalun, Gunung Rinjani yang terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa ini terjadi pada sore hari, tepatnya sekitar pukul 16.00 Wita, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Yarman. Yarman menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi setelah salah satu anggota kelompok pendaki, yang diidentifikasi dengan inisial KRM, terjatuh ke dalam lembah saat melintasi gunung. Rekan dekatnya yang memiliki inisial MAR berhasil selamat dari insiden tersebut. Informasi mengenai kejadian ini diterima dari teman korban, yang segera menginformasikannya kepada pihak berwenang. Setelah menerima berita tersebut, tim dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan sigap meluncurkan operasi pencarian. Tim gabungan yang terlibat dalam upaya ini terdiri dari petugas TNGR, Potensi *Search and Rescue* (SAR) Unit Lombok Timur, serta tim medis dari Edelweis Medical Health Center (EMHC). Mereka berangkat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian secara intensif. Proses pencarian menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu. Yarman menegaskan pentingnya keberadaan tim pencari dalam usaha menemukan KRM. Dalam situasi ini, diharapkan agar korban dapat ditemukan dengan selamat. Sementara itu, delapan orang anggota rombongan lainnya telah berhasil turun dan berada di daerah Sembalun. Namun, empat orang dari kelompok tersebut memutuskan untuk tetap tinggal di shelter darurat Pelawangan Sembalun guna menunggu perkembangan terkait pencarian dan evakuasi KRM. Kejadian hilangnya pendaki ini mengingatkan semua pihak, terutama para pendaki, untuk selalu menjaga kewaspadaan dan mematuhi semua peraturan yang berlaku di area pendakian. Gunung Rinjani dikenal dengan kondisi alam yang dinamis, sehingga setiap pendaki perlu melakukan persiapan yang matang, baik dari segi fisik maupun mental. Yarman juga mengimbau para pendaki untuk selalu berkoordinasi dengan pihak TNGR dan memastikan bahwa mereka membawa perlengkapan yang memadai sebelum memulai pendakian demi keselamatan diri serta kelancaran selama kegiatan di alam bebas. ANTARA