MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Dinas Pariwisata Kota Mataram yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, berencana untuk memulai operasional objek wisata Pantai Ampenan pada awal tahun 2025. Rencana ini diumumkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Cahya Samudra, dalam sebuah pernyataan resmi. Proyek revitalisasi Pantai Ampenan yang dimulai pada pertengahan Juli 2024 diharapkan rampung pada tanggal 21 Desember 2024. Selama proses revitalisasi berlangsung, akses umum ke area wisata ini ditutup sementara untuk memberikan ruang bagi perbaikan dan pembenahan menyeluruh. Setelah proyek revitalisasi selesai, Dinas Pariwisata akan melakukan penataan ulang terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di kawasan tersebut. Penataan ini mencakup pemindahan 32 PKL ke lokasi baru di bagian selatan yang dirancang membentuk pola huruf L, sementara 18 pedagang lainnya akan ditempatkan pada lapak kuliner yang sudah ada. Menurut catatan yang ada, total jumlah pedagang di kawasan Pantai Ampenan mencapai 50 orang. Cahya Samudra menambahkan bahwa progres revitalisasi saat ini telah mencapai sekitar 26,33 persen, yang didanai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dengan anggaran sebesar Rp4,5 miliar. Terobservasi juga bahwa proyek ini mengalami percepatan, dengan pencapaian yang lebih baik dari target awal sebesar 25,19 persen. Revitalisasi Pantai Ampenan mencakup tiga kegiatan utama, yaitu pembangunan mini *amphitheater* atau gelanggang pertunjukan seni dan budaya, penataan lapak pedagang, serta pembangunan plaza yang akan menampung 17 *berugak*. Mini *amphitheater* yang direncanakan memiliki kapasitas hingga 1.000 orang ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan seni dan budaya. Fasilitas ini bertujuan untuk mendukung dan menghidupkan kembali kegiatan lokal, seperti festival budaya, pameran, galeri seni, serta aktivitas masyarakat lainnya yang bisa memperkuat daya tarik Kota Tua Ampenan. Cahya Samudra berharap bahwa proyek ini dapat menciptakan ruang yang kreatif bagi masyarakat dan sekaligus meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke lokasi tersebut. ANTARA