SURABAYA –
**Borneonews - Madiun**, Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun, Maidi dan Bagus Panuntun, mengingatkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat memberikan dukungan kepada warga lanjut usia (lansia) non-potensial atau yang sering disebut *ngebrok*, sehingga mereka dapat menyalurkan hak suaranya dalam Pilkada 2024 yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang. Maidi, selaku calon Wali Kota Madiun, mengungkapkan saat menjalani aktivitas *blusukan* ke masyarakat, ia menemukan banyak lansia yang mengalami kesulitan bergerak bahkan beberapa di antaranya tinggal sendirian. "KPU memiliki tanggung jawab untuk mengunjungi mereka dan merancang skema agar mereka bisa memberikan suara. Yang terpenting adalah hak suara mereka harus dipenuhi dan tidak menjadi golput," ungkapnya di Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun. Berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 200 warga di Kota Madiun yang dapat dikategorikan sebagai lansia *ngebrok*. Mereka berhak untuk mendapatkan fasilitas dalam proses pemilihan yang akan datang. Dalam kesempatan itu, Maidi memanfaatkan waktu untuk mendengarkan aspirasi dari kalangan lansia. "Kita perlu mendengarkan dan mendata kesulitan yang mereka hadapi. Banyak yang seharusnya berada dalam fase produktif justru tidak dapat berfungsi secara maksimal karena harus mengurus lansia. Oleh sebab itu, optimalisasi pondok lansia akan sangat dibutuhkan," tambah Maidi. Ia juga berpendapat bahwa penting untuk memaksimalkan fungsi pondok lansia, yang berperan dalam perawatan para lansia. Dengan demikian, keluarga yang seharusnya dapat berkegiatan produktif tidak terganggu, apalagi dalam menjalankan aktivitas ekonomi. "Dampak dari keberadaan lansia yang tidak produktif akan memengaruhi kegiatan mereka yang produktif. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan ke depan," ujarnya. Maidi memastikan bahwa program bantuan untuk masyarakat akan terus dilanjutkan jika ia terpilih kembali sebagai wali kota. Dia juga menekankan pentingnya semua fasilitas untuk peningkatan sumber daya manusia, seperti beasiswa, penyediaan laptop, seragam, dan layanan angkutan gratis, tetap dilaksanakan dan bahkan ditingkatkan bila diperlukan. "Seorang pemimpin perlu mengenali situasi dan merasakan apa yang dialami oleh rakyatnya. Jika kami tidak mendengarkan langsung seperti ini, kami tidak akan mengetahui kondisi yang ada," tegasnya. Maidi menilai pemerintah kota memiliki kepedulian yang cukup baik terhadap kesejahteraan warganya. Contohnya, program penataan kawasan permukiman padat penduduk di sekitar Kali Gempol, yang mencakup sanitasi, paving, dan pencahayaan jalan, telah berjalan dengan baik. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Sementara itu, dalam kegiatan serupa, calon Wakil Wali Kota, F Bagus Panuntun, juga melakukan *blusukan* di Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, untuk berinteraksi dengan lansia non-potensial atau *ngebrok*. "Hak-hak lansia yang tidak berdaya ini harus terus kita perjuangkan. Program-program yang telah berjalan perlu dilanjutkan dan ditingkatkan," ujarnya. Selama agenda tersebut, Panuntun mendapati bahwa komunitas lansia memiliki harapan besar agar pemerintah kota tetap memberikan perhatian. Dia juga menegaskan bahwa bukan hanya lansia non-potensial, tetapi juga warga penyandang disabilitas perlu mendapatkan perlakuan yang sama dalam menjalankan hak suara mereka dalam pemilihan mendatang. ANTARA