**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan bahwa Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Republik Indonesia mengalami peningkatan yang tipis sebesar 0,08 poin, menjadikannya berada di level 52,48 pada bulan September 2024.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menyatakan bahwa nilai IKI yang berada di atas angka 50 menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur Indonesia sedang mengalami fase ekspansi. Dalam keterangan persnya, Febri menjelaskan perbandingan pencapaian IKI pada bulan September dengan bulan Agustus, yang terbilang stagnan dengan selisih yang tidak signifikan.
Dalam analisis terhadap 23 subsektor industri pengolahan, terungkap bahwa 21 subsektor mengalami pertumbuhan positif, sementara hanya 2 subsektor yang menunjukkan kondisi kontraksi. Subsektor yang menunjukkan pertumbuhan ini menyumbang sebesar 97,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada Triwulan II 2024. Hal ini menjadi indikator bahwa sektor-sektor yang memberikan kontribusi signifikan tetap dalam kondisi ekspansi.
Dari analisis tersebut, dua subsektor yang meraih nilai IKI tertinggi adalah industri barang galian nonlogam dan industri peralatan listrik. Menurut Febri, tingginya nilai IKI pada subsektor galian nonlogam dipengaruhi oleh kenaikan signifikan pada industri semen, meskipun sektor keramik menunjukkan stabilitas.
Selanjutnya, Febri mengungkapkan bahwa kenaikan di sektor barang galian nonlogam sejalan dengan proyek infrastruktur, konstruksi, dan pengembangan industri properti di Tanah Air. Hal serupa juga berlaku bagi industri peralatan listrik yang merasakan peningkatan berkat tingginya permintaan dari sektor konstruksi dan properti.
Namun, di sisi lainnya, terdapat subsektor yang mengalami penurunan, seperti industri komputer, barang elektronik, optik, dan industri pengolahan lainnya. Febri mencatat bahwa industri komputer, yang banyak digunakan oleh pemerintah, mengalami kesulitan. Ia menjelaskan juga bahwa masih banyak produk elektronik impor yang memasuki Indonesia, baik melalui saluran resmi maupun tidak.
Ada pula penurunan dalam ekspansi IKI di variabel pesanan baru, yang turun sebesar 2,71 poin dari 54,66 pada bulan Agustus menjadi 51,95 di bulan September 2024. Sebaliknya, variabel persediaan produk mengalami kenaikan sebesar 0,31 poin, menjadikannya 55,85. Selain itu, nilai IKI pada variabel produksi juga menunjukkan pertumbuhan, naik sebesar 4,58 poin dari 46,54 pada bulan Agustus menjadi 51,12 pada bulan September 2024.
Dari segi sentimen bisnis, terdapat pencatatan bahwa optimisme pelaku usaha tetap meningkat dengan persentase mencapai 77,4 persen. Hal ini mencerminkan bahwa banyak pelaku usaha merasakan stabilitas dan pertumbuhan dalam kegiatan mereka.
Febri menambahkan bahwa peningkatan kegiatan usaha di sektor pengolahan pada bulan September 2024 menunjukkan angka yang signifikan, yakni mencapai 31 persen. Dengan demikian, para pelaku usaha menunjukkan keyakinan terhadap prospek usaha yang positif jika dibandingkan dengan keadaan bulan Agustus sebelumnya.
ANTARA
Indeks Kepercayaan Industri RI Naik, Sektor Manufaktur Ekspansi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
Komentar (0)
Memuat komentar…







