**Borneonews - Makassar**, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Kota Makassar, yaitu Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Penelitian Kominfo, saat ini tengah berusaha membangun ekosistem untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dan memasuki pasar ekspor global.
"Selama dua tahun terakhir, kami telah mengembangkan sebuah ekosistem yang berfokus pada ekspor; langkah pertama kami adalah berkolaborasi dengan pelaku UMKM melalui pendampingan yang intensif," ujar Tasmil, Penanggungjawab Pelatihan UMKM dari Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Makassar, pada kesempatan konferensi pers di Makassar.
Dalam upaya menciptakan ekosistem ekspor tersebut, Kemenkominfo menetapkan berbagai standar yang harus dipenuhi oleh UMKM untuk menunjukkan komitmen mereka dalam menuju *go global*. Standar tersebut meliputi omzet yang dihasilkan oleh UMKM, potensi produk yang mereka tawarkan, serta tingkat literasi digital yang mereka miliki.
Oleh karena itu, pemilihan UMKM yang terlibat dalam program ini tidak lagi berfokus pada pelaku yang berada pada kelas dasar, melainkan sudah beranjak ke kelas madya. "Secara operasional, pelaku UMKM harus sudah memiliki email, mampu membuat konten, dan kami akan memberikan pelatihan mengenai cara mengoptimalkan konten tersebut. Selain itu, kami juga akan memberikan materi terkait keamanan siber," tegas Tasmil.
Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo memiliki cakupan kerja di sebelas provinsi, termasuk di dalamnya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, serta enam provinsi di Papua.
Pada tahun 2024, Balai ini menargetkan untuk memberikan pelatihan kepada 90 pelaku UMKM yang tersebar di tiga daerah, yaitu Merauke, Masohi, dan Manggarai Barat, masing-masing lokasi akan melibatkan 30 peserta.
Tasmil juga menjelaskan bahwa pada tahun 2023, inisiatif ekosistem ekspor dimulai dari Sulawesi Selatan dengan melibatkan pelaku UMKM di tiga daerah, yakni Kabupaten Bone, Sinjai, dan Jeneponto. Hasil dari pendampingan yang dilakukan di lokasi-lokasi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah pelaku UKM telah mulai mengirimkan sampel produk ke negara tujuan, meskipun ada beberapa di antara mereka yang telah melakukan ekspor secara ilegal.
"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami, oleh karena itu kami mencoba mendidik mereka agar dapat menjalankan proses ekspor dengan cara yang benar. Mereka sering kali khawatir jika mengikuti prosedur yang benar akan menghambat aktivitas ekspor mereka," jelas Tasmil.
Ia juga mengakui bahwa Sulawesi Selatan memiliki potensi produk ekspor yang sangat besar. Namun, pelaku UMKM sering kali terjebak dalam pola pikir yang membuat mereka ragu untuk beralih dari skala lokal ke skala global. Diharapkan melalui program ini, mereka dapat lebih percaya diri untuk mengikuti langkah ekspor secara resmi dan legal.
ANTARA
Upaya Kemenkominfo Makassar Mendorong Ekspor UMKM Nasional
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Komentar (0)
Memuat komentar…







