BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Manggar**, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Belitung Timur, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tengah mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengawasi narasi politik yang berkembang di media sosial. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah adanya praktik kampanye negatif. Ketua Bawaslu Belitung Timur, Danny Sugara, menyampaikan bahwa pihaknya telah siap untuk mengawasi seluruh tahapan kampanye, baik yang dilaksanakan secara langsung maupun melalui platform media sosial. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana yang berpotensi digunakan untuk menyebarkan kampanye negatif, ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), serta informasi yang tidak benar atau hoaks. Danny juga menekankan pentingnya untuk menghindari politik uang, kampanye negatif, dan kampanye hitam. Ia mengingatkan agar para pelaku kampanye menjaga sikap saling menghargai, baik antar calon, pendukung, maupun seluruh elemen masyarakat. Dalam pandangannya, hal ini sangat vital untuk menciptakan iklim politik yang sehat. Selanjutnya, ia berharap agar deklarasi untuk Pilkada damai yang telah dilakukan sebelumnya dapat dipahami dan diimplementasikan sebagai komitmen bersama dalam menggelar pesta demokrasi yang jujur dan fair. Helatan demokrasi ini, menurutnya, hanya bisa berlangsung sukses jika semua pemangku kepentingan dan elemen masyarakat di daerah berkolaborasi secara aktif. Selain itu, Danny menyatakan bahwa pembinaan yang baik selama masa Pilkada sangat bergantung pada kedamaian, toleransi, serta partisipasi aktif dari masyarakat, tanpa adanya konflik atau kekerasan. Dengan menciptakan lingkungan yang damai ini, akan lebih mudah untuk menghindari segala bentuk penyimpangan dalam proses pemilihan. Tekad untuk mensukseskan Pilkada yang damai juga harus diwujudkan melalui pelaksanaan apel siaga pengawasan kampanye dan deklarasi damai. Ia menekankan bahwa integritas, keadilan, dan rasa saling menghargai antar calon serta pendukung merupakan prinsip yang harus diutamakan selama pelaksanaan kampanye Pilkada 2024 mendatang. ANTARA