**Borneonews - Medan**, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penanganan kawasan Belawan yang terletak di Medan, Sumatera Utara. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem dan risiko banjir rob di daerah tersebut.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa salah satu sasaran utama dari visi Kementerian PUPR 2030 adalah menghapuskan permukiman kumuh hingga mencapai 0 hektare. Ia menekankan pentingnya penataan kawasan permukiman kumuh yang harus diselaraskan dengan fungsi kota serta mempertimbangkan kearifan lokal. Proses ini melibatkan Pemerintah Daerah mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan.
Dalam konteks penanganan kemiskinan ekstrem, yang merujuk pada Instruksi Presiden No 4 Tahun 2022, Kementerian PUPR berkomitmen untuk melaksanakan program secara terintegrasi yang ditargetkan akan rampung hingga tahun 2024. Salah satu proyek dalam program ini adalah penataan Kawasan Belawan, yang dinilai mendesak untuk diperbaiki. Kawasan tersebut mengalami permasalahan serius akibat kondisi lingkungan yang tidak layak dan letaknya yang strategis di antara muara Sungai Belawan dan Deli, sehingga rentan terhadap banjir rob.
Bob Arthur Lombogia, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, menjelaskan bahwa penanganan kawasan Belawan akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2029. Pada tahap pertama, yang berlangsung dari tahun 2022 hingga 2024, telah dilaksanakan berbagai kegiatan, termasuk penanganan banjir rob, pembangunan pintu air, dan rumah pompa. Edukasi mengenai penanganan banjir rob serta program untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Belawan Bahari juga merupakan bagian dari upaya ini, yang ditambah dengan penanganan area hutan kota.
Proyek pengendalian banjir rob di kawasan Belawan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Anggaran untuk pembangunan ini mencapai Rp25,6 miliar, dengan cakupan proyek meliputi pembangunan parapet tanggul, pompa, rumah pompa, drainase kolektor, *box culvert*, dan pintu air. Konstruksi proyek telah dimulai sejak bulan Agustus 2022 dan kini selesai.
Selain itu, penataan kawasan kumuh Belawan Bahari telah dimulai sejak pertengahan tahun 2023. Tujuan dari penataan ini adalah untuk meningkatkan kondisi lingkungan melalui pembangunan infrastruktur, termasuk sistem drainase, *paving block* sepanjang 300 meter, dan penerangan jalan. Pembangunan reservoir dengan kapasitas 300 m³ diharapkan dapat mengurangi dampak dari bencana banjir rob.
Diana Kusumastuti, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, menekankan bahwa selain fokus pada pembangunan fisik, pendekatan untuk pemberdayaan masyarakat juga diterapkan melalui berbagai program. Keterlibatan pihak swasta dalam Program *Corporate Social Responsibility* (CSR) juga sangat mendukung inisiatif ini.
Berbagai konsep seperti Kampung Ramah Air, Kampung Sejahtera, Kampung Hijau, dan Kampung Tangguh dikembangkan untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, sehat, serta mandiri secara ekonomi dan sosial, ungkap Diana.
ANTARA
PUPR Selesaikan Penanganan Kawasan Belawan untuk Atasi Banjir Rob
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penundaan TKA Kalteng jadi Kesempatan Perdalam Materi
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Komentar (0)
Memuat komentar…







