BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus menekan terjadinya kasus gizi buruk. Selama tiga tahun terakhir tidak lagi ditemukan kasus gizi buruk di Kobar

Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kobar Arif Susanto mengatakan, untuk di Kabupaten Kobar kasus gizi buruk sudah tidak ada lagi. Mudah-mudahan seterusnya kasus gizi buruk tidak ada. Sekarang ini banyak hal untuk memberikan pemenuhan gizi kepada anak.

"Sudah tidak ada kasus gizi buruk lagi di kobar. Hal ini terus kita pantau baik itu di rumah sakit hingga ke puskesmas," kata Arif Susanto via ponsel. Minggu (14/8/2016).

Bahkan, sampai di tingkat puskesmas pembantu (pustu) juga tidak ditemukan anak yang masuk kategori gizi buruk. Bahkan jarang sekali anak-anak sekarang yang kurus, bahkan justru sebaliknya.

"Hal ini lantaran para orang tua sudah tahu mengenai asupan gizi yang harus diberikan kepada anak-anaknya. Sehingga hal ini sangat membantu kita agar tidak muncul kasus gizi buruk," ujarnya.

Tidak hanya itu, di zaman modern ini para orang tua semakin melek terhadap kesehatan, sehingga apa yang menjadi kebutuhan bakal dipenuhi oleh para orang tua.

"Bahkan tidak luput juga kita dari dinkes sering membagikan roti dan hal lainya untuk menambah gizi anak. Ini sering kita lakukan ditingkat kabupaten higga posyandu yang ada di desa-desa," bebernya.

Bahkan, pihaknya berkomitmen terus meningkatkan pelayanan hingga pelosok sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat. Dengan begitu juga kalau ada kasus ataupun penyakit dapat segera tertanggani.

"Maka pentingnya adanya pustu, puskesmas hingga rumah sakit. Kalau ada penyakit langsung dirujuk dan langsung tertangani oleh medis. Maka harapan kami masyarakat juga bisa aktif cek kesehatan untuk mengetahui kondisi tubuh dan melakukan pencegahan sejak dini terkait resiko penyakit yang mematikan," pungkasnya. (FAHRUDDIN/m)