**Borneonews - Jenewa**, Para ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengekspresikan keprihatinan yang mendalam mengenai peningkatan serangan antara Israel dan Lebanon. Mereka menyerukan dilakukannya penghentian segera terhadap permusuhan yang tengah berlangsung, mengingat kemungkinan konflik ini bisa meluas ke wilayah yang lebih luas.
Dalam pernyataan yang disampaikan, mereka menyatakan bahwa 'serangan yang meningkat ini tidak hanya menambah ketidakstabilan, tetapi juga menyebabkan penderitaan yang besar bagi masyarakat sipil di kawasan tersebut, termasuk di Palestina'. Para ahli tersebut menegaskan bahwa tindakan Israel yang menerapkan kekerasan destruktif di Lebanon mirip dengan yang terjadi dalam hampir satu tahun konflik di Gaza.
Mengutuk keras tindakan Israel, mereka mengatakan bahwa serangan terhadap Lebanon tidak bisa dibenarkan dengan alasan bahwa warga sipil digunakan sebagai tameng oleh anggota Hizbullah. Menurut mereka, serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di daerah yang padat penduduk melanggar hukum humaniter internasional. Mereka menekankan bahwa penghancuran bangunan tempat tinggal tanpa peringatan yang memadai berpotensi melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Serangan tersebut dinilai melanggar prinsip pembedaan, proporsionalitas, kehati-hatian, dan kewajiban untuk melindungi, yang dapat mengakibatkan terjadinya pembunuhan massal. Para ahli juga menyatakan bahwa ada eskalasi dan perluasan serangan terhadap warga sipil di Lebanon, yang terjadi bersamaan dengan apa yang mereka sebut sebagai kampanye genosida terhadap rakyat Palestina, khususnya di Gaza. Mereka telah menyuarakan penentangan terhadap tindakan-tindakan ini selama berbulan-bulan.
Lebih lanjut, mereka menyuarakan keprihatinan atas dampak dari roket dan rudal yang diluncurkan oleh Hizbullah ke wilayah Israel sejak 7 Oktober yang lalu. Dalam konteks ini, mereka mendesak agar penghentian permusuhan dapat dilakukan dengan segera. Mereka juga meminta intervensi dari Dewan Keamanan PBB agar dapat berperan aktif dalam mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut serta pemindahan paksa yang dilakukan secara sewenang-wenang.
Dewan Keamanan PBB diharapkan dapat menjamin perlindungan terhadap warga sipil dari semua pihak yang terlibat, serta melakukan penyelidikan terhadap kejahatan yang telah dilakukan. Selain itu, mereka mendorong agar kehadiran perlindungan PBB di kawasan ini dapat diperkuat.
Sejak 23 September lalu, Israel diketahui telah menggelar serangan udara besar-besaran terhadap apa yang mereka sebut sebagai target-target Hizbullah yang berada di Lebanon. Serangan ini dilaporkan menewaskan lebih dari 960 orang dan melukai lebih dari 2.770 orang lainnya, berdasarkan keterangan dari Kementerian Kesehatan Lebanon. Beberapa pemimpin Hizbullah juga dilaporkan telah tewas dalam serangan itu, termasuk pemimpin kelompok, Hassan Nasrallah.
ANTARA
Seruan PBB untuk Hentikan Permusuhan Israel dan Lebanon Segera
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Komentar (0)
Memuat komentar…







