PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Razak - Sri Suwanto (ASRI), mengawali kampanye perdananya dengan menyapa dan berdialog terbatas bersama ratusan masyarakat Kota Palangka Raya, khususnya anak muda Milenial dan Gen Z.

Antusiasme warga, terutama kalangan mahasiswa, begitu terlihat dalam acara tersebut. Mereka memberikan sambutan penuh semangat kepada pasangan yang dikenal dengan tagline Kalteng Amanah, yang menggambarkan harapan besar terhadap masa depan Kalteng.

Harapan tersebut muncul karena para generasi muda menilai Abdul Razak dan Sri Suwanto memiliki rekam jejak positif dan dikenal sebagai sosok yang mumpuni. Mereka yakin ASRI mampu membawa Kalteng ke arah yang lebih baik.

Di hadapan ratusan pemuda Milenial dan Gen Z, Calon Gubernur, Abdul Razak, menyampaikan visi pembangunan yang merata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan dari desa, layanan kesehatan yang menyentuh semua kalangan, pembukaan lapangan kerja, dan kegiatan ekonomi kerakyatan.

"Program pembangunan itu harus menyentuh langsung masyarakat, kita harus lihat apa yang menjadi kebutuhannya. Karena itu perlu konsep yang menyeluruh menyentuh semua lini," katanya, Selasa, 1 Oktober 2024.

Abdul Razak juga menyampaikan bahwa meskipun Palangka Raya tidak memiliki sektor sumber daya alam (SDA) seperti perkebunan atau pertambangan, bukan berarti tidak ada cara untuk meningkatkan perekonomian daerah setempat.

Ia menekankan bahwa prinsip peningkatan perekonomian tidak sepenuhnya tergantung dengan SDA, namun bisa dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi kerakyatan.

"Pastilah ASRI sudah menyiapkan programnya, karena prinsip kami mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan berbagai sektor strategis," ucapnya.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur, Sri Suwanto, menyebutkan bahwa jika nanti mendapatkan amanah membangun Kalteng, maka penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) menjadi salah satu yang difokuskan.

"Selama 20 tahun RTRWP kita tidak pernah diurus,  kawasan hutan lebih besar dibandingkan nonhutan. Inilah yang menghambat pembangunan, sehingga harus diselesaikan," ucapnya.

Sri Suwanto juga menambahkan bahwa pihaknya memerhatikan pembukaan lapangan kerja yang sangat diperlukan bagi para generasi muda. Hal ini akan diimbangi dengan program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing.

Dalam hal lapangan pekerjaan ini, ASRI juga memfokuskan pada kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pada kesempatan ini, Sri Suwanto mengajak generasi muda turut andil, mengingat sektor tersebut menjadi salah satu penyumbang terbesar ekonomi daerah.

"Yang pasti ekonomi harus digerakkan karena fungsinya sebagai motor penggerak pembangunan kemanusiaan. Jadi generasi muda, anak-anak mahasiswa saya minta berani ambil bagian dan ASRI akan mendukung," pungkasnya. (PATHUR/j)