SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Calon Gubernur Jawa Timur dengan nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya Pancasila sebagai lebih dari sekadar hafalan. Ia menegaskan bahwa Pancasila seharusnya dipahami sebagai semangat dan jiwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Khofifah, Pancasila telah terbukti efektif dalam menjaga keutuhan serta persatuan bangsa, terutama menghadapi berbagai tantangan seperti intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Ia mengemukakan, "Setiap sila dalam Pancasila berfungsi sebagai panduan dalam pengelolaan negara. Jika kita melaksanakan kelima sila tersebut dengan sungguh-sungguh, pasti akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi negara kita." Khofifah juga menjelaskan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila sesungguhnya tidak sulit dan tidak perlu dianggap sebagai hal yang idealistis. Nilai-nilai seperti gotong royong, saling membantu, toleransi, serta musyawarah merupakan contoh konkret penerapan Pancasila dalam keseharian. "Walaupun tampak sepele, inilah bentuk nyata dari Pancasila. Pancasila seharusnya menjadi prinsip yang diimplementasikan dalam setiap tindakan kita," ujarnya. Lebih jauh, ia menggarisbawahi peran fundamental Pancasila di tengah majunya arus globalisasi dan kemajuan teknologi. Saat ini, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mengandung aspek ideologis. Karenanya, Khofifah menekankan pentingnya generasi muda untuk benar-benar memahami dan menginternalisasi Pancasila sebagai basis dalam menghadapi tuntutan zaman yang terus berkembang. Ia berharap generasi muda tidak hanya menghayati Pancasila, tetapi juga menerapkannya dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun profesional. "Globalisasi dan perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga membawa tantangan yang harus kita hadapi. Salah satu dampak negatifnya adalah ancaman terhadap identitas bangsa. Di sinilah relevansi Pancasila muncul sebagai akar dan fondasi identitas bangsa Indonesia. Generasi muda perlu menyadari hal ini agar tidak terpengaruh oleh nilai-nilai asing yang dapat mengikis nilai-nilai kebangsaan kita," jelas Khofifah. Khofifah juga berpendapat bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan simbol kuat dari keberhasilan nilai-nilai luhur Pancasila dalam mengantarkan bangsa ini melewati berbagai krisis dan kesulitan. Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya merupakan ideologi atau falsafah, tetapi juga sebuah kekuatan yang mengatur kehidupan sehari-hari masyarakat. "Peringatan Hari Kesaktian Pancasila seharusnya menjadi momen yang signifikan untuk kembali merenungkan makna serta peran penting Pancasila dalam menjawab berbagai tantangan ke depan yang dihadapi bangsa ini," pungkasnya. ANTARA