BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bunyi-bunyian khusus dan berirama statis dengan gerakan monoton timbul dari berbagai peralatan seperti gong, gamelan dan suling. Seiring suara tetabuhan munculah empat pria berdandan layaknya wayang orang menggunakan kuda lumping yang terbuat dari anyaman bambu dan pecut. Ia tampil ke tengah lapangan dengan memperagakan gerakan dinamis dan indah.
Bunyi tabuhan gamelan yang mengiringi kesenian jathilan yang tumbuh dan berkembang pada masa kejayaan Majapahit ini semakin cepat iramanya, tiba-tiba salah satu dari penari kuda lumping itu tersungkur ke tanah, matanya nanar memandang sekelililngnya dan tanpa disadari ia langsung menari dan menunjukan kebolehannya dalam bela diri.
Setelah itu ia menuju ke meja yang sudah disediakan berbagai hidangan seperti kopi hitam, teh, kembang setaman, semprong dan alat rias. Penari yang kesurupan lebih memilih air kembang setaman, ia makan kembangnya dan menghirup airnya, kemudian ia kembali ke tengah arena menari dengan tatapan masih kosong.
Sejurus ia kembali lagi menuju meja, tiba-tiba gelas yang berisi kopi ia gigit, terdengar bunyi seperti orang makan kerupuk, separuh gelas kaca itu ia makan dan kembali menari.
Pertunjukan kesenian kuda lumping atau biasa dikenal dengan nama Jathilan itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, yang dilaksanakan oleh warga Bungur, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (14/8/2016).
Menurut Panitia HUT RI ke-71, Jos Adi Candra, kesenian kuda lumping ini sengaja ditampilkan untuk menghidupkan kembali tradisi dan budaya masyarakat Jawa yang saat ini sudah hampir hilang. Kesenian kuda lumping ini merupakan rangkaian pembuka dari sederet kegiatan yang akan digelar, seperti lomba karaoke, tarik tambang, panjat pinang, serta berbagai lomba tradisional anak-anak yang hanya ada pada saat memeriahkan HUT RI.
"Nanti juga ada lomba makan kerupuk, mengambil koin yang ditancapkan dalam pepaya yang dilumuri oli, balap karung serta berbagai lomba lainnya dan kegiatan ini puncaknya pada 17 Agustus nanti," kata Jos. (KOKO SULISTYO/m)








