**Borneonews - Sampit**, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah mengambil langkah cepat dalam memberikan bantuan kepada para korban kebakaran yang terjadi di Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi. Kebakaran ini menghanguskan tiga rumah warga dan mengakibatkan kerugian besar bagi para penghuninya.
Penjabat Sementara Bupati Kotawaringin Timur, Shalahuddin, menyampaikan bahwa melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman, pihaknya akan memberikan bantuan maksimal sebesar Rp50 juta untuk setiap rumah yang dibangun kembali. Bantuan ini mencakup biaya material bangunan dan upah pekerja.
Shalahuddin mengungkapkan, "Dari Dinas SDABMBKPRKP, terdapat anggaran untuk program bantuan pembangunan rumah, di mana setiap rumah akan dianggarkan maksimal Rp50 juta. Dari jumlah ini, Rp40 juta dialokasikan untuk material bangunan, sedangkan Rp10 juta untuk biaya upah." Ini adalah upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan para korban agar segera dapat memiliki tempat tinggal yang layak.
Selain bantuan dari Dinas SDABMBKPRKP, Dinas Sosial Kotim juga memberikan bantuan tambahan sebesar Rp15 juta guna membantu ketiga rumah yang terbakar. Sebelumnya, bantuan berupa sembako juga telah disalurkan kepada para korban untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Dalam waktu sepuluh hari terakhir, Kecamatan Kota Besi telah mengalami dua insiden kebakaran yang merusak tiga rumah serta berdampak pada satu rumah lainnya. Melihat frekuensi kebakaran yang meningkat, Shalahuddin berharap agar PLN segera melakukan evaluasi pada jaringan listrik yang ada, terutama yang sudah berumur tua, agar tidak membebani masyarakat dengan biaya tinggi.
Mengganti atau memperbaharui kabel listrik yang usang adalah hal yang sangat penting. Seiring waktu, komponen ini akan mengalami kerusakan dan menjadi rentan. Kabel tua dapat dengan mudah terkelupas akibat gesekan yang terjadi atau karena gangguan hewan pengerat, yang semua ini dapat mengarah pada *short circuit* atau korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.
Shalahuddin menegaskan bahwa, "Kabel listrik yang sudah tua dan tidak terawat bisa memicu kebakaran. Jika kabel tersebut termakan usia atau tergigit oleh tikus, ini berpotensi menimbulkan korsleting. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan peremajaan, dan perlu dilakukan dengan biaya yang terjangkau agar tidak memberatkan masyarakat."
Dia juga menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati sebelum meninggalkan rumah atau saat bepergian. Pastikan bahwa semua peralatan, terutama kompor dan perangkat elektronik lainnya, telah dimatikan untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan di kemudian hari.
ANTARA
Pemkab Kotawaringin Timur Berikan Bantuan untuk Korban Kebakaran
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
Komentar (0)
Memuat komentar…







