JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk periode 2019-2024, Puan Maharani, menilai bahwa hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif selama satu dekade pemerintahan Presiden Joko Widodo telah terjalin dengan sangat baik. Pernyataan tersebut disampaikan Puan saat memberikan tanggapannya mengenai hubungan kedua lembaga tersebut setelah menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, pada hari Selasa. Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat berbagai dinamika selama sepuluh tahun itu, akhirnya mampu ditemukan kesepakatan di antara berbagai partai politik dan fraksi yang ada di dalam lembaga legislatif. Puan mengungkapkan harapannya agar hubungan antara legislatif dan eksekutif pada masa pemerintahan yang akan datang tetap dapat terjalin dengan cara yang dinamis, konstruktif, dan harmonis. Ia menyadari pentingnya kerjasama antara kedua lembaga tersebut untuk keberlangsungan pembangunan negara. Mengenai arah legislasi untuk lima tahun ke depan, Puan mengungkapkan bahwa parlemen berkomitmen untuk memproduksi undang-undang yang berkualitas. Dia menambahkan bahwa proses legislasi tidak perlu berlebihan dalam jumlah, namun kualitas dari produk undang-undang itu menjadi hal yang utama. Menurutnya, pembuatan undang-undang bukanlah tanggung jawab DPR semata, melainkan juga perlu melibatkan Pemerintah. Oleh karena itu, sinergitas antara kedua lembaga ini sangat penting untuk dibangun agar dapat menghasilkan kebijakan yang bermanfaat. Terakhir, Puan menekankan bahwa mendengarkan aspirasi serta masukan dari masyarakat menjadi kunci. Proses legislasi yang baik harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan agar hasilnya dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat, bangsa, serta negara. ANTARA