BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin, menekankan bahwa pengelolaan pembangunan daerah harus dilakukan dengan bersih dan bebas dari praktik-praktik yang dapat merugikan masyarakat setempat. Ia menyatakan pentingnya ketegasan dalam setiap tahapan pelaksanaan tata kelola tersebut, agar fokus utama tetap pada pelayanan kepada masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Samsudin menyampaikan bahwa menjaga integritas dalam pengelolaan pembangunan merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di tingkat pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa setiap tindakan yang diambil harus mencerminkan prinsip-prinsip Pancasila, terutama dalam konteks proses pembangunan di Lampung. Pembangunan yang berdasarkan Pancasila tidak hanya bebas dari operasi negatif, tetapi juga menempatkan pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama. Samsudin juga menggarisbawahi bahwa salah satu strategi untuk merealisasikan pembangunan daerah yang bersih adalah dengan mengutamakan anggaran untuk kebutuhan infrastruktur dan aspek lain yang langsung bermanfaat bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara. Setiap alokasi dana harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan umum dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Pengawasan yang ketat diperlukan agar tidak ada peluang untuk penyalahgunaan. Ia meneruskan, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengelolaan pembangunan di Provinsi Lampung harus terus dikuatkan guna menjamin bahwa berbagai program pembangunan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, ia berharap bahwa dengan adanya tata kelola pembangunan yang transparan dan pelayanan publik yang unggul, visi Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan. Hal ini juga diharapkan dapat mendorong Provinsi Lampung menjadi wilayah yang berkembang dan maju, selaras dengan aspirasi pembangunan nasional. ANTARA