BOGOR –
**Borneonews - Kota Bogor**, Pemerintah Kota Bogor, yang terletak di Jawa Barat, telah melaksanakan uji kelaikan untuk perlintasan yang tidak sebidang, berupa terowongan di Stasiun Batutulis, yang merupakan bagian dari jalur lintas Bogor-Sukabumi. Uji coba ini diadakan agar terowongan tersebut dapat segera digunakan oleh masyarakat setelah proyek tersebut selesai dibangun. Proyek ini termasuk dalam paket pekerjaan Pembangunan Perlintasan Tidak Sebidang JPL.10 serta Penataan Stasiun Batutulis yang merupakan bagian dari program Kementerian Perhubungan. Kegiatan ini dilakukan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan di bawah koordinasi Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat (BTP Bandung) untuk wilayah Bogor-Sukabumi. Penjabat Wali Kota Bogor, Hery Antasari, dalam penjelasannya di Kota Bogor pada hari Selasa, menekankan pentingnya melakukan uji coba terhadap terowongan ini sebelum sertifikat laik fungsi (SLF) dikeluarkan. Ia menyatakan tanggung jawab pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur ini akan beralih ke pemerintah daerah setelah terowongan mulai berfungsi. Hery menambahkan, Pemkot Bogor bekerja sama dengan kepolisian melakukan peninjauan secara mendetail terhadap alur perlintasan yang akan dilalui oleh berbagai jenis kendaraan. Jenis kendaraan yang dimaksud tidak hanya kendaraan kecil, tetapi juga termasuk kendaraan besar. "Dalam hal ini, kami harus memastikan bahwa ketika kendaraan besar melewati tikungan yang tajam, lingkungan sekitar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Atep Budiman, menjelaskan bahwa ada beberapa catatan penting dari tim uji kelaikan jalan. Salah satunya terkait dengan analisis geometri persimpangan yang telah diuji dengan dua kendaraan besar, seperti bus. Atep berharap bahwa catatan yang ada dapat segera menghasilkan rekomendasi yang akan mendukung agar jalan tersebut secepatnya bisa digunakan oleh masyarakat. "Dari catatan yang ada, akan ada rekomendasi yang mencakup solusi serta antisipasi untuk hal-hal yang perlu dipertimbangkan di masa mendatang. Termasuk juga antisipasi terhadap drainase, mengingat fasilitas ini berada di bawah jalan dengan inlet yang berasal dari tiga sumber, yakni Cipaku, Batakal, dan Batutulis," jelasnya. ANTARA