PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat 175 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah tersebut sepanjang Januari hingga September 2024. Luas lahan yang terbakar mencapai 75,22 hektare.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, Karhutla paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Jekan Raya dengan 127 kejadian.

Disusul Kecamatan Sebangau dengan 26 kejadian, Kecamatan Pahandut 13 kejadian, dan Kecamatan Bukit Batu 9 kejadian. Sementara itu, Kecamatan Rakumpit tercatat nihil kejadian karhutla.

"Data ini menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi ancaman serius di Kota Palangka Raya, k terus berupaya untuk mencegah dan menanggulangi karhutla agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar." ujarnya Selasa, 1 Oktober 2024.

BPBD Palangka Raya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi karhutla, seperti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, patroli dan pemantauan di wilayah rawan karhutla, serta penanggulangan karhutla dengan melibatkan berbagai pihak.

BPBD Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam aktivitas yang berpotensi menyebabkan karhutla. Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kejadian karhutla kepada BPBD Palangka Raya agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla, kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla," pungkasnya. (PATHUR/j)