**Borneonews - Jakarta**, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pengembangan biomassa yang berlangsung di Tasikmalaya, Jawa Barat, tidak hanya dikelola oleh masyarakat, tetapi juga memperoleh dukungan dari pemerintah. Inisiatif ini merupakan contoh konkrit dari kolaborasi yang bertujuan untuk mempercepat proses transisi energi.
Darmawan menyebutkan bahwa transisi energi merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi seluruh pihak. Oleh sebab itu, dibutuhkan sinergi antara berbagai pihak dalam mengatasi tantangan tersebut agar dapat diterapkan secara luas di berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Pengembangan ekosistem biomassa yang berbasis ekonomi kerakyatan ini merupakan langkah yang dilakukan PLN melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia. Proyek ini melanjutkan program yang telah berhasil diterapkan di lokasi lain, seperti Cilacap di Jawa Tengah dan Gunung Kidul di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui program yang dilaksanakan di Tasikmalaya, PLN berupaya memberdayakan lebih dari 400 anggota masyarakat setempat, dengan potensi nilai ekonomi mencapai Rp30 miliar setiap tahunnya. Darmawan menambahkan bahwa ke depan, mereka menargetkan program ini dapat melibatkan sekitar 1,25 juta masyarakat di seluruh negeri, dengan proyeksi nilai ekonomi yang lebih besar, yakni mencapai Rp9,5 triliun setiap tahunnya.
Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tasikmalaya, Yedi Rahmat, menyatakan keyakinannya bahwa program PLN ini akan memberi kontribusi signifikan terhadap kemajuan daerah, khususnya dalam sektor pertanian yang berperan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat lokal.
Yedi mengatakan, "Program ini adalah dukungan luar biasa bagi daerah kami. Langkah strategis ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Tasikmalaya dalam mengembangkan sumber daya lokal yang ada."
Lebih lanjut, Yedi menambahkan bahwa implementasi program ini juga bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengubah lahan kritis menjadi area yang lebih hijau dan produktif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan para petani, dan memastikan pemanfaatan biomassa tetap berkelanjutan.
Senada dengan pandangan tersebut, Rismayadi yang merupakan anggota dari Gabungan Kelompok Tani Jaga Lembur Tani Makmur di Tasikmalaya, menjelaskan bahwa kehadiran tanaman indigofera telah membawa perubahan signifikan. Dulu, lahan yang mereka miliki dikenal tandus dan sulit ditanami. Namun, dengan penanaman indigofera, kini lahan tersebut menjadi subur, berkat kemampuan tanaman ini dalam menyimpan air.
Tanaman indigofera memberikan manfaat ganda. Masyarakat dapat memanfaatkan daunnya sebagai pakan ternak, sementara rantingnya dapat dijual kepada PLN sebagai bahan bakar dalam proses co-firing biomassa.
"Dulu, lahan di sini sangat gersang. Tetapi setelah diintroduksinya indigofera, tanah menjadi subur. Daunnya bisa digunakan sebagai pakan ternak untuk kambing atau domba, sedangkan rantingnya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga biomassa," jelas Rismayadi.
Dirinya optimistis program penanaman indigofera ini dapat berjalan berkelanjutan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di desa mereka. "Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi warga, khususnya masyarakat di Desa Bojongkapol," tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini menarik perhatian masyarakat lain untuk lebih memahami dan berpartisipasi dalam program tersebut, sebagai langkah menuju masa depan yang lebih baik.
ANTARA
Pengembangan Biomassa di Tasikmalaya, Dorong Ekonomi Berkelanjutan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Komentar (0)
Memuat komentar…







