JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Agros, sebagai penyedia layanan logistik untuk muatan berat, memberikan dukungan kepada pemerintah dalam upaya mengurangi biaya logistik dan menyederhanakan rantai distribusi melalui digitalisasi. CEO Agros, Arman Solichin, menyatakan bahwa permasalahan yang terkait dengan logistik muatan berat memiliki kompleksitas yang lebih besar dibandingkan dengan yang terlihat secara umum. Oleh karena itu, Agros berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan logistik yang diberikan. Arman menjelaskan, "Misi kami selaras dengan tujuan pemerintah, yaitu menyederhanakan rantai logistik dan menekan biaya seefisien mungkin dengan bantuan teknologi digital." Ia menegaskan kesiapan Agros untuk mendukung kebijakan pemerintah terbaru di sektor logistik yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi saat ini. Perusahaan juga telah menerapkan sistem dokumentasi logistik yang lebih terstruktur. Hal ini bertujuan agar setiap aktivitas tercatat dengan rapi dan sesuai dengan standar operasi logistik, terutama untuk layanan pengangkutan darat. Dengan kemudahan untuk menyimpan semua data tersebut, diharapkan pemilik bisnis dapat memanfaatkan informasi yang ada untuk pengembangan usaha di masa mendatang, serta untuk melakukan efisiensi operasional berdasarkan data yang telah dikelola secara digital, teratur, dan aman yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Dalam upaya tersebut, Agros telah menciptakan ekosistem digital yang lebih sederhana dalam bentuk aplikasi yang bernama *AGROS Partner* dan *AGROS Shipper*. Aplikasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai latar belakang, dengan transaksi yang dibuat semudah mungkin dan sesuai dengan kondisi logistik saat ini. Arman menambahkan, perusahaan memberikan aksesibilitas layanan melalui website dan aplikasi mobile. Hal ini bertujuan untuk mempercepat operasional dan memangkas waktu yang dibutuhkan dalam setiap transaksi, sehingga menciptakan efisiensi yang lebih baik. "Kami juga berkomitmen untuk menjaga keamanan data pengguna serta menyediakan kemudahan transaksi digital tanpa melibatkan pihak ketiga," paparnya. Dengan aplikasi tersebut, seluruh aktivitas akan tercatat dan terdokumentasi dengan baik secara *real time*, sehingga data dapat diakses kapan saja untuk keperluan evaluasi. "Melalui berbagai inovasi ini, kami percaya dapat membantu pemerintah dalam menekan biaya logistik," tegasnya. Lebih lanjut, Arman menambahkan bahwa Agros mendukung upaya modernisasi sistem logistik yang menghubungkan berbagai wilayah di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil. Pada periode Juni hingga Juli 2024, Agros berhasil menggaet 1.000 mitra transporter baru yang siap berkontribusi dalam pengembangan logistik digital. "Dengan langkah ini, perusahaan berkomitmen untuk memberdayakan ekonomi lokal melalui dukungan terhadap bisnis dan pengemudi setempat," pungkasnya. ANTARA