**Borneonews - Kendari**, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara berupaya untuk memberikan dukungan kepada para petani di Kabupaten Kolaka Utara. Melalui program ini, para petani berhasil menjual lima jenis komoditas mereka dengan total nilai mencapai Rp5,4 miliar di pasar nasional.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Fitrah Arsyad, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia serta Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (*Bappebti*), melibatkan pelaku usaha lokal dan calon pembeli.
Fasilitasi ini berlangsung dalam rangka pasar lelang komoditas yang diadakan pada tahap pertama. Tujuan utama dari inisiatif ini yaitu untuk menciptakan jembatan antara para petani dan peminat di tingkat nasional, dengan harapan membuka peluang ekspor.
Fitrah Arsyad juga menekankan pentingnya pasar lelang dalam membantu petani memasarkan hasil pertanian mereka. Hal ini sangat diperlukan, mengingat masih banyak petani yang belum memahami informasi terkait pasar, sehingga mereka kesulitan dalam menjual produk mereka.
Dalam pelaksanaan pasar lelang tersebut, beberapa komoditas hasil pertanian yang dipasarkan meliputi cengkih, gula merah, gula kelapa, kakao, dan nilam. Total nilai transaksi yang berhasil dicapai adalah sebesar Rp5,4 miliar.
Dia menambahkan bahwa kegiatan serupa telah berlangsung secara konsisten setiap tahun. Tahun ini, acara sudah dilaksanakan di beberapa wilayah seperti Kabupaten Bombana, Kolaka Timur, dan Kota Baubau dengan total nilai penjualan mencapai Rp7 miliar.
Harapan kedepan, Fitrah Arsyad menargetkan agar nilai penjualan tahun ini melebihi angka tahun lalu, dengan target nilai rata-rata mencapai Rp8 miliar. Wilayah Kolaka Utara, Konawe, dan Muna menjadi fokus utama untuk mencapai target ini.
Di fase selanjutnya, Disperindag Provinsi Sulawesi Tenggara akan menggelar pasar lelang di Kabupaten Konawe. Komoditas yang akan ditawarkan antara lain beras, beras merah, dan berbagai olahan pangan. Data sebelumnya menunjukkan nilai penjualan di lokasi ini mencapai Rp3 miliar.
Pada bagian akhir, rencana pasar lelang akan dilaksanakan di Kabupaten Muna, dengan komoditas seperti kacang mete, tenun, dan nentu. Nilai penjualan tahun lalu di Kabupaten Muna sekitar Rp400 juta, angka tersebut tergolong rendah, kemungkinan disebabkan oleh kurangnya evaluasi dan promosi.
Fitrah Arsyad juga mengingatkan bahwa pemahaman para petani tentang mekanisme pemasaran memerlukan perhatian lebih. Petani perlu mengetahui bahwa dalam pasar lelang, mereka harus siap mengakomodir permintaan dari pembeli agar proses lelang dapat berlanjut. Sayangnya, kadang-kadang kami temukan penjual siap, tetapi petani tidak siap memenuhi permintaan yang ada, tegasnya.
Ia berharap agar melalui kegiatan pasar lelang ini, para petani dapat meningkatkan daya saing mereka, sehingga mampu bersaing dengan produk-produk di tingkat nasional dan memperoleh keuntungan yang lebih baik tanpa melibatkan pihak ketiga dalam transaksi.
ANTARA
Dinas Perindustrian Sultra Fasilitasi Petani Jual Komoditas Rp5,4 Miliar
Bagikan:

KENDARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
Komentar (0)
Memuat komentar…







