BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung intensif melakukan pendidikan kebencanaan kepada para siswa. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan akibat bencana alam. Sekretaris BPBD Bandarlampung, Edy Susanto, menjelaskan bahwa edukasi mengenai bencana sangat vital bagi anak-anak. Banyak di antara mereka yang belum memahami apa yang seharusnya dilakukan ketika menghadapi situasi darurat seperti *tsunami* atau gempa bumi. "Edukasi bencana itu sangat penting bagi siswa, mereka masih awam apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana khususnya *tsunami* dan gempa bumi," ujarnya di Bandarlampung. Dia optimis bahwa dengan adanya pendidikan ini, siswa akan lebih siap dan tanggap dalam menghadapi bencana, baik itu *gempa* maupun *tsunami*. Kegiatan edukasi yang dilakukan saat ini berfokus pada kesiapsiagaan menghadapi kedua bencana tersebut. Saat ini, BPBD Bandarlampung telah memberikan edukasi kebencanaan di lima hingga enam sekolah. Namun, ke depan mereka berencana untuk memperluas cakupan dengan menjalin kerja sama yang lebih luas dengan berbagai sekolah. "Sebelumnya kami mengkhususkan edukasi di sekolah yang berada di pesisir, ternyata kegiatan itu mendapatkan respon positif, sehingga banyak sekolah lain yang ingin ikut dalam program edukasi kebencanaan tersebut," tambahnya. Lebih lanjut, Edy juga menyampaikan bahwa BPBD Bandarlampung telah menetapkan jalur evakuasi bencana di kota tersebut, terutama di kawasan pesisir. "Jalur evakuasi sudah kami buat di tiga daerah di Pesisir Bandarlampung. Jadi, setelah mengikuti edukasi ini, anak-anak bisa langsung memahami dan mengikuti jalur evakuasi yang sudah disiapkan," ujar Edy Susanto, menandaskan pentingnya jalur yang jelas dalam situasi darurat. ANTARA