**Borneonews - Jakarta**, Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andhika Ajie Baskoro, menekankan perlunya pendidikan seks yang komprehensif bagi remaja guna mencegah perilaku seksual berisiko di kalangan mereka. Dalam sebuah webinar yang berlangsung pada hari Selasa, Baskoro mengungkapkan bahwa masih ada anggapan di kalangan masyarakat bahwa pendidikan seks dapat mendorong remaja untuk melakukan hubungan seksual. Namun, banyak penelitian telah membuktikan bahwa asumsi tersebut tidak benar.
Baskoro menambahkan bahwa pendidikan seks justru memberikan pengetahuan yang baik sehingga remaja dapat membuat keputusan yang bertanggung jawab. Ia menilai bahwa program pendidikan seks di Indonesia saat ini belum sepenuhnya menyeluruh. Ia mengingat kembali pada tahun 2015, di mana ia bersama timnya mengajukan petisi kepada Mahkamah Agung (MA) untuk memasukkan pendidikan seks sebagai bagian dari kurikulum pendidikan formal, didukung oleh penelitian yang relevan. Sayangnya, petisi tersebut ditolak karena dianggap terlalu vulgar dan sensitif.
Walaupun demikian, Baskoro menyatakan bahwa topik-topik yang berkaitan dengan pendidikan seks seharusnya dapat dimasukkan ke dalam pelajaran lain, seperti biologi, pendidikan jasmani, dan sosiologi. Dia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam menciptakan ruang diskusi yang terbuka, aman, dan bebas dari penilaian mengenai isu-isu seksual dengan anak-anak mereka.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2024, jumlah orang berusia 15-19 tahun mencapai 22 juta jiwa. Dengan populasi remaja yang begitu besar, Baskoro menganggap penting untuk berinvestasi dalam kesejahteraan mereka, terutama melalui pendidikan seks yang komprehensif. "Jumlah remaja yang tinggi di Indonesia adalah modal penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas," tegasnya.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







