SURABAYA –
**Borneonews - Pamekasan**, Perusahaan media berperan aktif dalam membantu pemerintah untuk mengatasi masalah kekeringan yang tengah melanda, dengan mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami dampak. Langkah ini diambil untuk meringankan kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah tersebut. Salah satu contoh nyata dari upaya ini terlihat melalui kegiatan yang dilakukan oleh Radio Swara Karimata FM, sebuah stasiun radio yang berbasis di Pamekasan, Jawa Timur. Pada hari Selasa, radio tersebut berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendistribusikan air bersih ke Desa Baddurih yang terletak di Kecamatan Pademawu. General Manager Radio Karimata FM, Samsul Arifin, menyampaikan bahwa Desa Baddurih merupakan salah satu dari tiga desa yang menjadi fokus pendistribusian air bersih pada hari pertama kegiatan tersebut. Dua desa lainnya adalah Desa Larangan Tokol yang berada di Kecamatan Tlanakan dan Desa Jarin di Kecamatan Pademawu. Pada hari kedua, rencananya akan dilakukan pendistribusian di empat lokasi tambahan, termasuk kembali ke Desa Baddurih, serta dua pondok pesantren dan beberapa titik lain yang juga membutuhkan bantuan air bersih. Kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak kekeringan, tetapi juga sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Radio Karimata FM. Warga setempat sangat menghargai aksi sosial ini. Salah satunya, seorang ibu rumah tangga di Dusun Tengah 1, Desa Larangan Tokol bernama Hatin, menyatakan rasa terimakasihnya kepada Radio Karimata FM. Ia menyampaikan bahwa bantuan air bersih tersebut sangat berharga di saat mereka mengalami kesulitan. Distribusi air bersih ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan insidental, tetapi juga dapat menjadi momen bagi Radio Karimata FM untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, khususnya di Pamekasan yang sering kali menghadapi kekeringan saat musim kemarau tiba. Menurut informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, saat ini terdapat 75 desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, tersebar di 10 kecamatan. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu, di mana hanya terdapat 72 desa yang terdeteksi mengalami hal serupa. Berdasarkan pengamatan, dua jenis kekeringan yang umum terjadi di Pamekasan ialah kekeringan langka dan kekeringan kritis. Kekeringan kritis terjadi jika rata-rata ketersediaan air di satu dusun kurang dari 10 liter per orang per hari, dengan jarak yang harus ditempuh oleh penduduk untuk mendapatkan air bersih bisa lebih dari tiga kilometer. Sedangkan kekeringan langka terjadi ketika kebutuhan air di dusun tersebut berada di bawah 10 liter per orang per hari, dengan jarak yang harus ditempuh berkisar antara 0,5 hingga tiga kilometer untuk mencapai sumber air terdekat. ANTARA