JAKARTA –
**Borneonews - New York**, Serangan udara yang dilakukan oleh pasukan Israel di wilayah Lebanon telah menyebabkan ribuan orang, termasuk di dalamnya pengungsi Palestina, terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Hal tersebut disampaikan oleh Komisaris Jenderal badan PBB untuk pengungsi Palestina, Philippe Lazzarini. Dalam pernyataannya melalui media sosial *X*, Lazzarini menyatakan bahwa pihaknya telah menyediakan tujuh tempat penampungan yang saat ini menampung sekitar 1.600 orang yang berasal dari Lebanon, Palestina, dan Suriah. Situasi yang dihadapi oleh banyak orang saat ini sangat memprihatinkan, mengingat banyak di antara mereka mengalami trauma akibat serangan udara yang terus-menerus, disertai dengan ketidakpastian dan rasa takut yang tidak kunjung usai. Beberapa bahkan terpaksa menghadapi trauma yang bersifat berulang, mengingat mereka telah mengalami siklus konflik yang terjadi selama beberapa dekade terakhir. Lazzarini menegaskan bahwa perluasan konflik ini hanya akan menambah penderitaan yang dialami oleh masyarakat sipil. Ia menekankan pentingnya perlindungan bagi warga sipil yang terjebak dalam situasi yang menyakitkan ini. Dalam kesempatan terpisah, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi, juga menyampaikan pandangan yang sejalan mengenai situasi ini. Ia mengungkapkan bahwa perluasan perang oleh Israel yang mencakup Lebanon, Palestina, serta Yaman, hanya akan mengakibatkan semakin banyak penderitaan bagi warga sipil dan pengungsi. Menurutnya, semakin meluasnya konflik akan mengintensifkan kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi oleh komunitas yang terkena dampak. Situasi yang terjadi saat ini menonjolkan kebutuhan mendesak akan perhatian internasional dan solusi untuk melindungi kelompok-kelompok yang paling rentan dalam konflik ini. ANTARA