BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan baru-baru ini menggelar pameran bertajuk Sahang Banjar di Museum Lambung Mangkurat, yang terletak di Banjarbaru. Pameran ini berkaitan erat dengan jalur rempah Nusantara yang diakui sebagai warisan dunia. Acara ini resmi dibuka hari ini dan akan berlangsung selama empat minggu. Hadeli Rosyaidi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, menjelaskan bahwa pameran ini mengangkat tema "Sahang Banjar Sang Primadona," yang menggambarkan bagaimana wilayah Kalimantan Selatan pernah menjadi salah satu jalur perdagangan rempah yang terkenal, hingga kemudian diakui sebagai warisan dunia. Pameran ini tidak hanya bertujuan untuk menunjukkan keindahan rempah-rempah itu sendiri tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa. Hadeli menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat Kalimantan Selatan akan budaya lokal dan kekayaan sejarahnya. Kegiatan ini juga sejalan dengan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, yang berupaya mengakui jalur rempah Nusantara sebagai warisan budaya dunia. Hal ini bersumber dari kekayaan sejarah lokal yang dapat ditemukan di koleksi Museum Lambung Mangkurat. Dia menambahkan bahwa pameran temporer ini diharapkan dapat menginspirasi kreativitas dan mendukung program *merdeka belajar* yang sedang digalakkan. "Karena ini merupakan salah satu hasil bumi di Kalimantan Selatan yang menjadi ikon penting, seluruh masyarakat, baik anak muda maupun dewasa, perlu mengenalinya," sambungnya. M. Taufik Akbar, Kepala UPTD Museum Lambung, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Budaya Meratus dan dilaksanakan di ruang pameran temporer museum. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan beragam koleksi yang mencakup tanaman rempah, alat-alat pengolahan rempah, serta sejarah yang berkaitan dengan rempah-rempah yang dapat dijelajahi oleh pengunjung. Kegiatan ini sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, yang menekankan pentingnya pengenalan dan pelestarian kebudayaan. M. Taufik Akbar mengajak masyarakat untuk berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat agar semakin banyak informasi mengenai sejarah dan kebudayaan daerah yang dapat diperoleh. ANTARA