SEMARANG –
**Borneonews - Kudus**, Pemerintah Kabupaten Kudus, yang terletak di Jawa Tengah, telah menyalurkan total dana santunan kematian mencapai Rp1,013 miliar hingga bulan Juli 2024. Jumlah dana tersebut merupakan sekitar 67,53 persen dari total alokasi yang ditetapkan sebesar Rp1,5 miliar. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meringankan beban yang ditanggung oleh ahli waris yang ditinggalkan. Anik Yuliati, Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial Bantuan Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus, menyampaikan bahwa selama periode Januari hingga Juli 2024, sebanyak 1.013 ahli waris di Kabupaten Kudus telah menerima manfaat dari program ini. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Kudus pada hari Selasa. Setiap ahli waris yang berhak menerima santunan mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta. Pada penyerahan yang berlangsung pada Selasa tersebut, terdapat 120 ahli waris yang menerima santunan kematian. Muhammad Hasan Chabibie, Penjabat Bupati Kudus, menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud perhatian dari Pemkab Kudus kepada warganya yang kurang mampu untuk membantu meringankan biaya pemakaman. Ia berharap agar keluarga yang ditinggalkan bisa menerima dengan ikhlas dan sabar atas kepergian orang yang mereka cintai. Bupati Kudus juga berharap bahwa meskipun bantuan ini tidaklah besar, setidaknya bisa meringankan beban biaya yang harus ditanggung oleh ahli waris terkait pengurusan pemakaman. "Biasanya setelah pemakaman ada acara tahlilan atau doa bersama yang memerlukan biaya," tambahnya. Salah satu penerima bantuan, Endra Ari Wibowo, yang merupakan ahli waris dari almarhum Samian, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemkab Kudus atas santunan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp1 juta tersebut akan sangat bermanfaat untuk biaya tahlil maupun keperluan lain yang belum terbayar terkait dengan pemakaman. Endra juga menambahkan bahwa proses pencairan bantuan berjalan dengan cepat, di mana ayahnya meninggal dunia pada tanggal 28 September 2024, dan bantuan sudah tersedia pada tanggal 1 Oktober 2024. ANTARA