JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Pemerintah Kota Jayapura, Papua, menyelenggarakan pelatihan pengelolaan destinasi wisata yang ditujukan untuk enam kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan potensi pariwisata di setiap kampung. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Erid Rumansara, menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri di antara para anggota Pokdarwis. Melalui peningkatan kepercayaan diri, diharapkan mereka dapat mengembangkan kampung-kampung mereka menjadi desa wisata yang menarik. “Pelatihan yang kami laksanakan ini merupakan upaya untuk memberikan dukungan dan inovasi kepada Pokdarwis, sehingga mereka mampu mengelola dan memaksimalkan potensi wisata di masing-masing kampung,” papar Erid dalam pernyataannya di Jayapura pada hari Selasa. Di samping itu, Erid berharap setiap kelompok Pokdarwis dapat menghasilkan konten kreatif yang menarik, yang pada gilirannya dapat mendatangkan lebih banyak pengunjung ke kampung mereka. “Kami juga ingin mendorong pengembangan ekonomi kreatif di setiap kampung, baik di bidang kuliner maupun kerajinan tangan,” tambahnya. Lebih lanjut, Erid menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan bekerja sama dengan Pokdarwis dalam menata dan mengembangkan setiap potensi yang ada, baik dalam aspek wisata maupun ekonomi kreatif. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi perekonomian lokal. Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peranan strategis dan memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan ekonomi daerah. “Dengan begitu, sektor pariwisata sudah menjadi bagian penting dari kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat menjadikan Pokdarwis lebih profesional dalam mengembangkan wisata di Kota Jayapura,” ujarnya. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan pelatihan ini, yang berasal dari enam Pokdarwis yang berada di Kampung Yoka, Kampung Waena, Kampung Tobati, Kampung Enggros, Kampung Kayo Batu, dan Kampung Kayo Pulo. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata di kawasan tersebut. ANTARA