MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan bahwa tingkat inflasi tahunan untuk provinsi tersebut per September 2024 tercatat sebesar 1,67 persen. Angka ini menunjukkan bahwa inflasi Sulsel berada di bawah rata-rata nasional, yang mencapai 1,84 persen. Selain itu, dalam perhitungan bulanan, Sulsel juga mengalami deflasi sebesar 0,09 persen. Kepala BPS Sulsel, Aryanto, menjelaskan di Makassar mengenai situasi inflasi Sulsel yang terbilang moderat, baik dalam perspektif bulanan, tahunan, maupun tahun kalender. Aryanto menegaskan bahwa pengendalian inflasi dalam provinsi ini menunjukkan hasil yang baik, karena tetap di bawah rata-rata nasional. Dengan angka inflasi tahunan sebesar 1,67 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 105,52, angka ini merupakan hasil gabungan dari data delapan kota di Sulsel yang menjadi sampel untuk penentuan inflasi di 24 kabupaten dan kota se-provinsi. Dari delapan kota yang dianalisis, Kota Parepare mencatat inflasi tahunan tertinggi, yaitu sebesar 2,21 persen dengan IHK 106,49. Sebaliknya, inflasi tahunan terendah tercatat di Kabupaten Bulukumba dengan angka 1,35 persen dan IHK 104,96. Dalam laporan tersebut, komoditas utama yang memberikan kontribusi terhadap inflasi tahunan di bulan September 2024 mencakup emas perhiasan, sigaret kretek mesin (SKM), beras, cabai rawit, kontrak rumah, gula pasir, cumi-cumi, udang basah, sigaret kretek tangan (SKT), dan kopi bubuk. Sementara itu, untuk komoditas yang membantu meredam inflasi, antara lain daging ayam ras, tomat, ikan cakalang, ikan bandeng, ikan teri, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, air kemasan, bensin, dan sabun cair. Pada bulan September 2024, hasil analisis menunjukkan bahwa dari delapan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, lima di antaranya mengalami deflasi, sedangkan tiga kota lainnya mencatat inflasi dalam perhitungan bulanan. Lima kabupaten dan kota yang mengalami deflasi adalah Watampone dengan minus 0,21 persen, Kabupaten Wajo dengan minus 0,07 persen, Kabupaten Luwu Timur juga minus 0,21 persen, Kota Makassar minus 0,12 persen, dan Kota Palopo minus 0,10 persen. Di sisi lain, tiga kota yang mengalami inflasi bulanan adalah Kabupaten Bulukumba yang mencatat inflasi sebesar 0,03 persen, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan 0,18 persen, serta Kota Parepare yang mengalami inflasi 0,35 persen. Aryanto menambahkan bahwa jika dianalisis berdasarkan perhitungan bulanan, terdapat lima kabupaten dan kota di Sulsel yang mencatat deflasi, sementara tiga lainnya mengalami inflasi. ANTARA