BORNEONEWS, Sampit - Keberadaan program benih bersubsidi merupakan kegiatan untuk membantu petani agar dapat membeli benih bermutu dengan terjangkau. Karena itu, agar program mencapai sasaran, pengawasan terhadap ketersediaan dan penyaluran benih bersubsidi itu sangat dibutuhkan.

“Jangan sampai ada petani di daerah kita, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi sentra pertanian kesulitan mendapatkan benih,” kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Roy Lumban Gaol, Senin (15/8/2016).

Kementerian Pertanian (Kementan) RI memberikan subsidi benih tanaman pangan untuk mengendalikan harga pangan. Subsidi benih ujungnya pada upaya peningkatan produksi. Benih yang dibeli petani untuk ditanam di sawah diharapkan mampu meningkatkan produktifitas pertanian.

Dengan adanya program subsidi benih ini, petani yang membeli benih harganya disubsidi hingga 75% dari harga. Artinya, petani cukup membayar 25% saja dari harga yang ditawarkan.

“Tetapi kami belum mengetahui persis sejauh mana realisasi program ini di Kotim. Karena itu, kami akan mempertanyakan ini ke instansi terkait. Selain itu, kami meminta semua pihak ikut mengawasi penyalurannya,” ucap Roy.

Menurut politisi PAN itu, ketersediaan benih unggulan atau benih bersertifikat sangat dibutuhkan guna mempertahankan bahkan menngkatkan produktivitas pertanian di daerah.

“Kalau ingin daerah kita bisa swasembada beras, faktor utamanya selain ketersediaan lahan pertanian juga benih unggul yang mudah didapat dan terjangkau oleh petani,” kata dia.

Roy pun meminta instansi terkait bersama dengan elemen masyarakat lainnya meningkatkan pengawasan terhadap ketersediaan dan penyaluran benih bersubsidi untuk para petani. Sehingga para petani yang kurang mampu tidak susah mencari benih saat musim tanam tiba.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kotim lainnya Ida Laila. Dia mempertanyakan masalah pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim yang berkaitan langsung dalam menghadapai musim tanam  tahun ini.

“Dari hasil pantauan kami ada kekhawatiran para petani dalam persiapan bibit. Dimana terdapat  kendala pada stok bibit. Karena itu, kami minta DP3KP Kotim betul-betul melakukan pengawasan ketersediaan dan penyaluran benih bersubsidi,” kata dia. (RIFQI/m)