MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melaporkan bahwa nilai ekspor dari daerah ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 7,40 persen pada Agustus 2024 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan ini juga terlihat dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu, yakni Agustus 2023, yang tercatat meningkat sebesar 12,66 persen. Statistisi Ahli Utama BPS Provinsi Sumut, Misfaruddin, menyampaikan bahwa nilai ekspor melalui pelabuhan pada bulan Agustus mencapai 1.041,48 juta dolar AS. Sebagian besar dari nilai ekspor tersebut berasal dari sektor industri, yang mencapai 93,38 persen, mengalami peningkatan dari Juli 2024 yang sebesar 92,76 persen. Sementara itu, sektor pertanian berkontribusi sebesar 6,62 persen. Lebih dalam mengenai pasar ekspor, Misfaruddin menjelaskan bahwa Tiongkok merupakan negara tujuan utama untuk ekspor Sumut, dengan nilai mencapai 191,95 juta dolar AS atau sekitar 18,43 persen dari total ekspor. Diikuti oleh Amerika Serikat dengan nilai ekspor 124,34 juta dolar AS atau 11,94 persen, dan India yang mencapai 72,29 juta dolar AS atau 6,94 persen. Dari ketiga negara ini, total kontribusi terhadap pasar ekspor Sumut mencapai 37,31 persen. Sedangkan untuk negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, kontribusinya mencapai 14,77 persen, dengan total nilai ekspor sebesar 158,84 juta dolar AS. Dalam kategori negara Asia di luar anggota ASEAN, nilai ekspor mencapai 36,75 persen dengan total 382,73 juta dolar AS. Di sisi lain, nilai impor untuk bulan Agustus tercatat sebesar 565,31 juta dolar AS, yang menunjukkan penurunan sebesar 11,40 persen dibandingkan bulan Juli 2024. Namun, bila dilihat dari Agustus 2023, ada peningkatan sebesar 3,80 persen dari nilai sebelumnya yang mencapai 482,529 juta dolar AS menjadi 500,867 juta dolar AS. Misfaruddin juga menambahkan bahwa barang impor terbanyak yang masuk merupakan bahan baku penolong, dengan persentase sebesar 74,73 persen. Sementara itu, barang konsumsi mencakup 10,41 persen dan barang modal sebesar 14,86 persen. Dengan demikian, dinamika perdagangan luar negeri di Sumut menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan menegaskan kontribusi penting sektor industri dan pertanian bagi perekonomian daerah. ANTARA