PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), terus berinovasi dalam upaya mendukung penanganan kasus stunting. Salah satu inovasi terbaru yang diluncurkan adalah Pos Stunting (Posting), sebuah layanan khusus yang fokus pada penanganan stunting dan gizi buruk.

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Fachruddin, mengungkapkan bahwa layanan ini baru saja diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-65 Kabupaten Kotawaringin Barat. "Posting ini merupakan bentuk dukungan kami untuk menurunkan angka stunting di Kobar," ujar dr. Fachruddin, Selasa, 1 Oktober 2024.

Layanan Posting merupakan inovasi yang digagas oleh Mia Andriyani, S. Far Apt MPH, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Penunjang RSUD Sultan Imanuddin. Layanan ini memberikan perawatan khusus bagi pasien stunting dengan kondisi gizi buruk. "Ini adalah salah satu terobosan terbaru di Kalimantan Tengah," tambah Fachruddin.

Lebih lanjut, dr. Fachruddin menyatakan harapannya agar layanan ini juga dapat memberikan edukasi kepada orang tua pasien stunting. "Kami berharap dengan adanya program Posting ini, orang tua dapat lebih sadar tentang pentingnya pencegahan stunting dan angka kasus stunting di Kobar dapat ditekan," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Penunjang RSUD Sultan Imanuddin, Mia Andriyani, menjelaskan bahwa inovasi ini diharapkan menjadi proyek percontohan di Kalimantan Tengah dalam upaya menekan angka stunting. "Pos Stunting ini bertujuan mempercepat penurunan stunting melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata Mia.

--page


Mia juga menyampaikan, secara nasional, target prevalensi stunting pada balita tahun ini sebesar 14 persen. "Sedangkan untuk Kabupaten Kobar, ditargetkan sebesar 12,49 persen. Namun, pada tahun 2023, hasil survei menunjukkan prevalensi stunting di Kobar mencapai 17,9 persen," ungkapnya.

Dengan adanya Pos Stunting ini, Mia berharap bisa menjadi pusat data stunting di Kobar. "Kami juga berharap layanan ini bisa memaksimalkan perawatan pasien stunting sesuai dengan program nasional mengenai penurunan angka stunting dan pemberantasan kemiskinan," tambahnya.

Mia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas Pos Stunting yang disediakan. "Posting ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga sebagai pusat data stunting yang sangat penting," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Penjabat Bupati Kobar yang sangat merespons baik keberadaan Posting ini. "Dukungan beliau sangat besar, begitu juga dengan dukungan dari direktur RSUD yang selalu mendorong kami untuk berinovasi," pungkasnya. (DANANG/Y)