BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan, sektor pasar modal di Kalteng mengalami pertumbuhan positif. Hingga Agustus 2024 sudah ada 13 juta investor yang tercatat.
Hal ini disampaikan Danu kepada 325 mahasiswa di Aula Universitas Antakusuma, Pangkalan Bun dalam seminar edukasi keuangan dengan tema "Menuju Masa Depan Gemilang Melalui Investasi Saham" hasil kolaborasi antara OJK Kalteng bersama Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalteng.
Danu menyampaikan kepada para mahasiswa bahwa OJK memiliki tugas dan fungsi 3M, yaitu mengatur, mengawasi, dan melindungi konsumen dan masyarakat Sektor Jasa Keuangan, termasuk salah satunya di bidang Pasar Modal.
"Saat ini sektor Pasar Modal mengalami pertumbuhan positif yang tercermin dari jumlah investor per Agustus 2024 mencapai sebanyak lebih dari 13 juta investor," kata Danu dalam keterangan resminya pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Pertumbuhan tersebut, kata Danu, tentunya juga menimbulkan risiko dan tantangan di bidang Pasar Modal, antara lain, munculnya risiko literasi digital karena banyak investor dan masyarakat yang belum memahami keuangan digital, terutama pada penggunaan teknologi.
"Tantangan lainnya ialah adanya keterbatasan infrastruktur akses internet yang belum merata di berbagai daerah di Kalimantan Tengah," tuturnya lagi.
Selain itu, lanjutnya, pelindungan investor terhadap pengaduan di bidang pasar modal juga akan meningkat seiring bertumbuhnya jumlah investor.
"Terakhir, resiko maraknya investasi ilegal karena minimnya tingkat literasi keuangan masyarakat," bebernya.
Untuk itu, mahasiswa diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai penipuan berbasis digital, salah satunya terkait investasi ilegal.
Hadir pada kegiatan ini Rektor dan Wakil Rektor 1 Universitas Antakusuma, Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Antakusuma, Kepala GI BEI Universitas Antakusuma, Dekan Fakultas Ekonomi, dan Perwakilan dari Phintraco Sekuritas. Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kepada generasi muda terutama pada sektor Pasar Modal. (TESTI PRISCILLA/H)









