AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan bahwa nilai ekspor komoditas perikanan dari wilayah ini telah mencapai angka 56 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir September 2024. Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie, jumlah produksi perikanan di provinsi ini tercatat mencapai 764.776 ton, sedangkan total nilai ekspor perikanan adalah sebesar 56.844.750 dolar AS. Angka ekspor yang terkumpul hingga saat ini hampir setara dengan total nilai ekspor tahun sebelumnya, yang tercatat mencapai 60 juta dolar AS. Menurut data yang dimiliki oleh Pemprov Maluku, saat ini komoditas perikanan dari daerah ini aktif diekspor ke 14 negara, yang mencakup China, Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong, Vietnam, Australia, Malaysia, Thailand, Singapura, Belanda, Filipina, Kanada, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Di antara negara-negara tersebut, lima negara yang merupakan tujuan utama ekspor perikanan dari Maluku adalah China, Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong, dan Vietnam. Komoditas yang mendominasi ekspor perikanan adalah udang vaname, ikan tuna, grouper hidup, dan kepiting bakau. Sadali Ie menekankan bahwa keberhasilan peningkatan ekspor perikanan dari Maluku tidak lepas dari kerja sama dan komitmen semua pihak, termasuk instansi terkait seperti Bea Cukai Ambon, Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku, BPPMHKP Ambon, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku. Sinergi yang baik antar lembaga ini bertujuan untuk mempermudah proses perizinan dan pelayanan ekspor dari daerah ini. Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam memajukan sektor ekonomi di Maluku. Meskipun provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti perikanan, pariwisata, pertanian, perkebunan, dan pertambangan, karakteristik geografis yang berupa kepulauan memberikan tantangan tersendiri dalam pengelolaan sumber daya dan pembangunan infrastruktur. Ia menekankan perlunya perhatian lebih dari pemerintah pusat dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk mengelola potensi sumber daya yang ada, sehingga dapat berkontribusi maksimal terhadap pembangunan daerah dan nasional. Maluku memiliki potensi yang sangat besar, namun tantangan dalam pembangunan yang kompleks juga harus diatasi dengan baik. ANTARA