**Borneonews - Semarang**, Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menekankan pentingnya pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD) secara profesional. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Nana mengungkapkan harapannya bahwa BUMD mampu berkembang lebih baik di masa mendatang. Ia ingin agar BUMD memiliki peran signifikan dalam pertumbuhan ekonomi, memberikan pelayanan yang optimal, serta berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah sesi wawancara yang bertujuan untuk seleksi calon anggota komisaris dan direksi BUMD.
Dalam upaya merealisasikan tujuan tersebut, Nana menjelaskan bahwa penting bagi BUMD di Provinsi Jawa Tengah untuk dikelola dengan prinsip mandiri, profesional, berintegritas, dan memiliki daya saing yang tinggi. Menyusul kemajuan teknologi yang pesat, persaingan dalam berbagai sektor semakin ketat, sehingga pengelolaan BUMD harus ditingkatkan.
Dia menekankan perlunya fokus pada peningkatan kualitas perusahaan. Langkah awal yang harus diambil adalah memaksimalkan nilai perusahaan agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi semua pihak. Selanjutnya, harus ada perhatian pada keberlanjutan jangka panjang dan reformasi kualitas sumber daya manusia agar dapat beradaptasi dengan tuntutan zaman.
BUMD harus dipimpin oleh individu yang memiliki kompetensi, profesionalisme, serta mampu menciptakan perubahan positif. Mereka juga harus berkomitmen terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik, ungkapnya.
Nana juga menyoroti beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan BUMD. Hal ini meliputi pencegahan benturan kepentingan, pelaksanaan tata kelola yang sesuai dengan aturan yang berlaku, serta sinergi antara visi dan misi BUMD dan pemerintah daerah. Selain itu, BUMD diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan memaksimalkan dividen yang dihasilkan.
Saya berharap komisaris dan direksi yang terpilih nanti mampu membimbing BUMD menuju arah perusahaan yang sehat secara finansial, inovatif dalam pelayanan dan produk, serta menjaga akuntabilitas dan transparansi. Selain itu, penerapan prinsip *good corporate governance* juga harus diutamakan, pungkasnya.
Sesi wawancara yang berlangsung tersebut merupakan bagian dari proses akhir seleksi anggota komisaris dan direksi untuk lima BUMD di Provinsi Jawa Tengah. Proses ini diikuti oleh sepuluh calon anggota komisaris dan delapan calon anggota direksi.
Adapun lima BUMD tersebut mencakup PT PRPP yang berfokus pada sektor pariwisata dan MICE, PT SPJT yang bergerak di bidang infrastruktur, PT JPEN yang berkiprah dalam migas, energi terbarukan, dan mineral, PT TUJT yang beroperasi dalam penyediaan air bersih, serta PT JTAB yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pangan.
ANTARA
Pengelolaan BUMD Profesional dan Berdaya Saing di Jawa Tengah
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Komentar (0)
Memuat komentar…







