**Borneonews - Beirut**, Ratusan warga Lebanon mulai meninggalkan tempat tinggal mereka di wilayah selatan Sungai Litani pada Selasa. Keputusan ini diambil setelah adanya laporan bahwa militer Israel akan melaksanakan operasi darat di area tersebut.
Para wartawan yang meliput situasi tersebut melaporkan bahwa jalan-jalan utama penuh sesak oleh warga sipil yang berusaha mencari keselamatan. Hal ini terjadi setelah militer Israel mengumumkan bahwa wilayah selatan Sungai Litani telah ditetapkan sebagai zona militer yang harus dihindari oleh warga.
Militer Israel sebelumnya mengeluarkan imbauan bagi warga sipil untuk menjauh dari selatan Sungai Litani hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Peringatan ini terjadi setelah adanya pernyataan tentang rencana operasi darat yang bersifat terbatas dan terarah di selatan Lebanon.
Sejak tanggal 23 September yang lalu, Israel melakukan serangan udara masif di seluruh Lebanon dengan alasan menargetkan kelompok Hizbullah. Akibat dari serangan tersebut, lebih dari 1.057 orang dilaporkan tewas dan 2.950 lainnya mengalami luka-luka, menurut data dari Kementerian Kesehatan Lebanon.
Serangan ini juga mengakibatkan sejumlah pemimpin Hizbullah, termasuk pemimpin mereka, Hassan Nasrallah, menjadi korban. Konflik antara Hizbullah dan Israel semakin meningkat sejak serangan Israel terhadap Gaza, yang dipicu oleh serangan lintas batas yang dilakukan oleh kelompok Palestina Hamas pada bulan Oktober lalu.
Komunitas internasional telah mengeluarkan peringatan bahwa aksesi serangan Israel di Lebanon berpotensi meningkatkan ketegangan di Gaza hingga menjadi konflik regional yang lebih luas. Situasi ini menciptakan kekhawatiran global mengenai stabilitas keamanan di kawasan tersebut.
ANTARA
Warga Lebanon Menjauh dari Sungai Litani Usai Peringatan Israel
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Komentar (0)
Memuat komentar…







